Bayangkan membeli saham SpaceX pada pukul dua dini hari waktu Jakarta, tanpa jam buka bursa, tanpa perantara Wall Street, dan uangnya langsung berpindah dalam hitungan detik. Skenario itu kini nyata: bursa kripto Backpack resmi membuka perdagangan saham AS versi tokenisasi selama 24 jam nonstop untuk pengguna di lebih dari 150 negara.
Yang membuat langkah ini berbeda dari sekadar ‘produk ikut-ikutan harga saham’ adalah klaim intinya: menurut Backpack, pembeli benar-benar mendapatkan kepemilikan atas sekuritas yang mendasarinya, bukan eksposur sintetis. Transaksi diselesaikan seketika memakai mata uang fiat maupun stablecoin. Daftar perdana mencakup saham yang terhubung ke SpaceX, Micron, dan SanDisk - dengan janji lebih banyak saham menyusul.
Bukan Cuma ‘Cermin Harga’
Backpack menegaskan strukturnya berbeda dari produk yang hanya memantulkan pergerakan harga saham. Di sisi bursa, pengguna bisa berdagang layaknya di platform biasa. Namun perusahaan juga menyediakan versi tokenisasi berbasis blockchain Solana untuk saham yang sama. Aset ini dapat dikirim antar-dompet yang kompatibel, dipakai di aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan ditebus 1:1 menjadi saham asli lewat platform Backpack. Likuiditas perdagangannya, kata perusahaan, ditarik langsung dari pasar keuangan tradisional.
Sinyal minat itu terlihat pada satu nama: Backpack mengeklaim saham SpaceX tokenisasinya menjadi versi tokenisasi paling aktif diperdagangkan untuk perusahaan antariksa swasta itu sejak diluncurkan Juni lalu. Meski begitu, perusahaan tidak merilis angka volume perdagangan maupun membandingkannya dengan platform pesaing - sebuah catatan penting yang membuat klaim ‘paling aktif’ belum bisa diuji sepenuhnya.
Perlombaan Tokenisasi yang Makin Panas
Backpack masuk ke arena yang sedang meledak. Berdasarkan data RWA.xyz, pasar ekuitas tokenisasi membengkak dari sekitar $379 juta (sekitar Rp6,2 triliun) menjadi $1,85 miliar (sekitar Rp30 triliun) hanya dalam setahun terakhir. Volume transfer bulanannya bahkan melonjak lebih dari 85% menjadi $8,76 miliar.
📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki
Pemain besar sudah berebut posisi. Kraken memperkuat diri setelah mengakuisisi pengembang xStocks, Backed Finance, akhir 2025. Bybit dan Bitget menambahkan dukungan xStocks, sementara Coinbase dan Binance meluncurkan produk ekuitas tokenisasi mereka sendiri. Institusi tradisional pun bergerak: SEC menyetujui program percontohan Nasdaq pada Maret, dan New York Stock Exchange menggandeng Securitize membangun pasar tokenisasi 24/7. Bahkan lembaga kliring raksasa DTCC berencana meluncurkan layanan sekuritas tokenisasi pada Oktober.
Yang perlu dicermati pembaca: gelombang ini perlahan mengaburkan batas antara ‘jam bursa’ dan ‘pasar yang tak pernah tidur’. Kalau saham blue-chip AS betul-betul bisa berpindah tangan kapan saja lintas benua dengan penyelesaian instan, keunggulan lama Wall Street - kontrol atas waktu dan akses - mulai tergerus. Pertanyaannya bukan lagi apakah tokenisasi terjadi, melainkan siapa yang mengendalikan pipa likuiditasnya.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




