Konglomerat keuangan Jepang SBI Holdings mematok nilai saham Ripple yang mereka pegang di angka $41,2 miliar, atau 6,6 triliun yen berdasar kurs saat ini. Klaim ini muncul bersamaan dengan laporan kinerja kuartal pertama yang mencetak rekor terkuat sepanjang sejarah perusahaan.
Sepanjang kuartal itu, SBI membukukan pendapatan 571 miliar yen dengan laba sebelum pajak 225,8 miliar yen. Laba bersih mereka melompat 149,9% dibanding tahun sebelumnya ke angka 148,1 miliar yen. Loncatan ini mendorong return on equity mencapai 29% - melampaui target jangka menengah mereka di level 15%.
Menjaga Posisi di Tengah Kelesuan
Valuasi $41,2 miliar untuk saham Ripple ini murni berstatus sebagai nilai strategis, bukan uang tunai terealisasi. Angka ini dipertahankan meski harga token XRP terus mengalami penurunan belakangan ini. Bagi SBI, kepemilikan ini adalah investasi strategis jangka panjang dan bukan posisi spekulatif, yang melanjutkan kemitraan mereka sejak 2016 lewat SBI Ripple Asia untuk urusan pembayaran lintas-batas.
Tapi divisi kripto grup ini punya rapor berbeda. Segmen aset kripto SBI mencatat rugi sebelum pajak 1,4 miliar yen. Dari seluruh payung bisnis ini, hanya market maker B2C2 yang masih bertahan mencetak untung. Manajemen SBI memandang kondisi bisnis kripto saat ini sedang lesu, seolah tertahan menanti kepastian apakah rancangan undang-undang CLARITY Act akan disahkan.
Untuk menambal stagnasi di sektor ritel, SBI terus memajukan rencana akuisisi bursa Bitbank. Target mereka jelas: menggaet 3 juta nasabah kripto baru dengan nilai aset dalam pengelolaan menyentuh 870 miliar yen.
Ke Mana Fokus Mereka Beralih?
Saat bisnis kripto ritel lesu, SBI merombak anak perusahaannya, SBI Security Solutions, menjadi entitas baru bernama SBI Digital Practice Co. Ltd. Fokus utamanya kini diarahkan penuh pada Canton Network - blockchain institusional yang dirancang khusus untuk pasar keuangan terregulasi. Jaringan ini sudah diisi oleh partisipan besar sekelas BlackRock, JPMorgan, Goldman Sachs, beserta lebih dari 50 perusahaan lain.
📌 Baca JugaVolume DEX BNB Chain Kalahkan Ethereum Tembus $19 Miliar - Tapi Harga Koinnya Mentok di Bawah $600
Di bidang investasi langsung, perusahaan ini membentuk SBI Crypto Fund I di bawah divisi SBI Financial Services. Bersama pengembang game Jepang Gumi dan Daiwa Securities Group sebagai salah satu investornya, entitas ini memegang modal awal 3 miliar yen. Mulai beroperasi 1 Agustus 2026, aliran dana ini akan dialokasikan terutama untuk membeli Bitcoin dan berbagai altcoin terdaftar, meski rincian porsi alokasi Daiwa tidak diungkap ke publik.
Menyeimbangkan laporan rugi divisi kripto dengan manuver investasi baru menegaskan satu pola. Saat pasar sedang lesu menunggu kepastian hukum, pelaku lama tidak diam - mereka memindahkan sasaran bidik dari pemain ritel ke infrastruktur institusi kelas berat.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




