๐Ÿ“… Kamis, 5 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Morgan Stanley Tokenisasi Saham AS Lewat Kustodian $114 Triliun - Jalur Publik Baru Dibuka 2027

Morgan Stanley Tokenisasi Saham AS Lewat Kustodian $114 Triliun - Jalur Publik Baru Dibuka 2027

Morgan Stanley resmi membawa saham dan obligasi pemerintah Amerika Serikat ke format on-chain. Bank investasi ini memanfaatkan DTCC Tokenization Service yang mulai beroperasi sejak 28 Oktober 2026. Layanan ini berada di bawah pengelolaan Depository Trust Co. (DTC), anak usaha Depository Trust & Clearing Corp. yang memegang kustodi aset pasar keuangan AS dengan nilai lebih dari $114 triliun.

Sebanyak 20 lembaga keuangan terkemuka Wall Street langsung bergabung sebagai peserta awal. Nama-nama seperti Bank of America, Citi, J.P. Morgan, Fidelity Investments, Citadel Securities, dan UBS masuk dalam inisiatif ini bersama Morgan Stanley. Keterlibatan institusi-institusi besar ini menandai pergeseran arah, membawa tokenisasi aset langsung dari pusat kliring dan kustodi pasar modal Amerika Serikat.

Bagaimana Saham Berubah Menjadi Digital Twin

Melalui sistem baru DTC, institusi keuangan terdaftar dapat mengonversi sekuritas konvensional menjadi format kembaran digital (digital twin) di dompet digital pilihan mereka. Format on-chain ini mempertahankan hak kepemilikan, perlindungan investor, serta hak ekonomi yang identik dengan aset aslinya di pasar modal tradisional.

Pada Desember 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menerbitkan surat tanpa tindakan (no-action letter) yang menjadi landasan hukum inisiatif ini. Izin regulasi itu memperbolehkan DTC mentokenisasi saham konstituen indeks Russell 1000, exchange-traded fund (ETF) indeks utama, serta obligasi pemerintah AS (US Treasuries). Restu SEC membuka jalan formal bagi perbankan untuk memindahkan instrumen pasar modal tradisional ke lingkungan buku besar terdistribusi.

Jalur Khusus Sebelum Jaringan Publik 2027

Infrastruktur DTCC Tokenization Service tidak dirancang sepihak. Pengembangannya melibatkan masukan serta pengujian dari lebih dari 150 perusahaan keuangan sebelum sistem resmi digulirkan ke pasar keuangan.

Saat ini, sistem tokenisasi beroperasi di atas jaringan Canton Network dan jaringan privat Besu milik DTCC. Integrasi ke jaringan blockchain publik tambahan baru direncanakan mulai tahun 2027 mendatang.

Kontras Nyata dengan Platform Kripto Natif

Langkah Wall Street ini berbanding terbalik dengan inisiatif tokenisasi saham di sektor kripto natif. Pada platform OKXICE TSV, sebanyak 56 korporasi besar termasuk Tesla, SpaceX, Amazon, dan Nvidia sebelumnya memblokir pencatatan saham mereka.

Saham CNTN Diperdagangkan di Jaringan Canton Berbekal Izin SEC - Pemegang Token Kantongi Hak Setara Nasdaq๐Ÿ“Œ Baca JugaSaham CNTN Diperdagangkan di Jaringan Canton Berbekal Izin SEC - Pemegang Token Kantongi Hak Setara Nasdaq

Catatan Dana Moneter Internasional (IMF) bulan lalu menunjukkan volume transaksi saham tertokenisasi didominasi aktivitas di luar jam bursa reguler Amerika Serikat. Kendati demikian, laporan IMF menggarisbawahi likuiditas di pasar tertokenisasi saat ini masih lebih tipis jika dibandingkan dengan pasar tradisional.

Bagi pelaku pasar, kehadiran digital twin membuka akses transaksi di luar jam bursa reguler dengan perlindungan hak kepemilikan yang utuh. Tantangan terdekat kini ada pada likuiditas, yang menurut temuan IMF masih lebih tipis dibanding pasar tradisional.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Bitcoin Merosot ke $77.000 Saat Saham Teknologi Anjlok - Catat Kinerja Oktober Terburuk dalam 12 Tahun


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share