Voting aturan kripto paling ambisius dalam 90 tahun sejarah SEC kandas hanya 24 jam sebelum jadwal ketuk palu. Pengumuman pembatalan ini muncul di situs web agensi pada Rabu, 13 Agustus pukul 16:30 ET. Alasan yang tertulis hanya masalah jadwal yang tak terduga, tanpa ada rincian tenggat waktu baru.
Mantan staf SEC menyebut pembatalan mendadak ini sebagai langkah yang tidak biasa. Padahal, proposal setebal 400 halaman itu membawa tiga jalur legal. Pertama, pengecualian bagi startup untuk menggalang dana $5 juta dalam empat tahun bermodal pengungkapan ala whitepaper. Kedua, plafon pendanaan $75 juta per tahun dengan syarat laporan berkala dan keuangan diaudit. Ketiga, pelabuhan aman kontrak investasi, di mana token yang mencapai tingkat desentralisasi memadai bisa keluar dari jerat klasifikasi sekuritas SEC. Kalaupun voting 14 Agustus disetujui, proposal tidak otomatis berlaku, tapi sekadar membuka masa dengar pendapat publik.
Jalur Senat Ikut Tersumbat
Macetnya langkah SEC ini terjadi persis saat jalur legislatif di Capitol Hill membeku. RUU CLARITY Act kini tertahan di Senat karena para anggota dewan masuk masa reses lima minggu mulai 7 Agustus lalu, tanpa membawa draf aturan itu ke lantai pemilihan.
Untuk pertama kalinya sejak pemerintahan Trump berjanji mengakhiri regulasi lewat jalur penegakan hukum, dua instrumen pembuka jalan ini terhenti serentak. Pasar bereaksi pesimis. Data Polymarket menaruh probabilitas CLARITY Act sah menjadi hukum pada 2026 hanya di angka 19%, sementara Galaxy Research melempar proyeksi di 10%. Sebaliknya, kontrak taruhan di Kalshi masih mematok peluang 88% untuk digelarnya voting Senat sebelum 1 Oktober.
Apa yang Menanti di Balik Penundaan
Ketidakpastian ini berkejaran dengan waktu, mengingat komposisi pimpinan SEC segera berubah. Agensi ini sekarang dikendalikan tiga komisioner dari kubu Republik: Ketua Paul Atkins, Mark Uyeda, dan Hester Peirce. Peirce sudah mengumumkan rencana mundur pada November 2026. Mundurnya Peirce akan memangkas jumlah komisi menjadi dua anggota - sebuah skenario yang belum ada presedennya di era kepemimpinan modern.
๐ Baca JugaBos Coinbase, Ripple, dan 4 Entitas Kripto ke Gedung Putih 19 Agustus - Tepat Saat CLARITY Act Mandek
Meski jadwal voting berantakan, analis hukum membaca manuver ini sebagai penundaan. SEC tidak mencabut rancangan aturan itu dari antrean Office of Information and Regulatory Affairs di bawah kode RIN 3235-AN38.
Peta regulasi selanjutnya mungkin akan terlihat pada pertemuan Gedung Putih 19 Agustus mendatang. Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Rostin Behnam dijadwalkan duduk satu meja dengan para petinggi industri, termasuk CEO Coinbase Brian Armstrong, pimpinan Ripple Brad Garlinghouse, serta perwakilan a16z, Chainlink, Paradigm, dan Kalshi. Daftar hadir kelas berat ini bisa jadi jawaban apakah penundaan di menit akhir murni persoalan jadwal, atau ada negosiasi tingkat tinggi sebelum draf aturan benar-benar dilepas ke publik.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




