Penguatan Bitcoin ke level $80.000 tidak bertahan lama. Pada Kamis (5/11/2026), harga Bitcoin anjlok lebih dari 6% hingga menyentuh titik terendah harian di $75.463 di bursa Bitstamp. Level ini menandai posisi terlemahnya sejak 16 September 2026.
Aksi jual tajam saat pembukaan sesi perdagangan Wall Street menghapus seluruh reli pasca-pemilu Kongres AS. Padahal, sehari sebelumnya kemenangan Partai Demokrat sempat mengangkat harga Bitcoin menembus angka psikologis $80.000.
Setengah Miliar Dolar Terhapus dalam Satu Jam
Pasar derivatif menanggung beban besar dari penurunan mendadak itu. Data CoinGlass mencatat nilai likuidasi kontrak derivatif kripto menembus hampir $500 juta hanya dalam satu jam pertama perdagangan sesi AS. Dalam rentang 24 jam penuh, total likuidasi di pasar kripto mencapai antara $850 juta hingga $870 juta.
Mayoritas dana yang terhapus berasal dari posisi beli. Posisi long mendominasi kerugian dengan nilai likuidasi lebih dari $428 juta, menimpa para trader yang bertaruh pada kelanjutan tren kenaikan harga.
Kenapa Saham AI Mengguncang Pasar Kripto
Pelepasan aset kripto berlangsung seirama dengan anjloknya sektor teknologi di Wall Street. Indeks S&P 500 tergelincir 2,7%, sementara indeks Nasdaq Composite merosot lebih dari 4% dalam koreksi intraday terdalam selama beberapa bulan terakhir.
Kekhawatiran seputar belanja infrastruktur kecerdasan buatan menjadi pemicu utama aksi jual di bursa saham AS. Pemilih di sedikitnya 29 yurisdiksi AS menyetujui pembatasan pembangunan pusat data berdaya listrik tinggi. Menurut estimasi bank investasi UBS, hambatan regulasi lokal itu berpotensi mengancam hingga 30% dari rencana penambahan kapasitas pusat data pada 2028.
Sektor semikonduktor memimpin pelemahan dengan Philadelphia Semiconductor Index yang anjlok sekitar 8%. Saham CoreWeave, Nebius, dan Tesla ikut terseret turun masing-masing sebesar 9,5% pada sesi yang sama.
Minyak Naik, Garis $75.733 Terancam
Kondisi pasar makin tertekan oleh dinamika ekonomi makro di luar industri teknologi. Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dengan WTI bergerak ke atas $90 per barel dan Brent menyentuh $97 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bersamaan dengan itu, data klaim pengangguran awal AS turun ke 189.000 (angka terendah dalam 57 tahun), memicu kekhawatiran The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan ketat lebih lama.
๐ Baca JugaArus Keluar ETF Kripto Capai $530 Juta Sehari - AMINA Bank Sebut Reli Butuh Modal Saham AI
Pada grafik teknikal, pergerakan harga Bitcoin kini terancam kehilangan area batas bawah saluran pergerakan harian serta garis rata-rata pergerakan 50 pekan di $75.733. Grafik harian juga memperlihatkan potensi terbentuknya pola candle bearish engulfing.
Bagi para trader, pembalikan cepat ini memperlihatkan betapa rentannya reli politik ketika berhadapan dengan kombinasi kenaikan biaya energi dan ancaman suku bunga ketat. Garis $75.733 kini menjadi batas pertahanan terdekat yang menentukan apakah koreksi harga masih berlanjut.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Tren ‘Uptober’ Terputus Dua Tahun Beruntun - Bitcoin Turun 7,3% Saat Binance Dibobol $6,3 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




