Perusahaan keamanan Web3 CertiK merilis peringatan darurat pada 6 November 2026 terkait kit eksploitasi DarkSword. Varian baru dari kit penyerang iOS ini aktif membidik dompet kripto pada perangkat iPhone yang belum memperbarui sistem operasi.
Serangan DarkSword tidak membutuhkan koneksi dompet maupun persetujuan tanda tangan transaksi digital dari pemilik aset. Perangkat korban dapat terinfeksi hanya dengan membuka tautan atau situs web berbahaya melalui peramban Safari.
Aplikasi dompet kripto seluler utama yang dilaporkan menjadi target ekstraksi data meliputi MetaMask, Trust Wallet, Phantom, Exodus, Coinbase Wallet, dan imToken. Selain aplikasi dompet, kata sandi serta frasa pemulihan (seed phrase) yang tersimpan di dalam sistem ponsel turut menjadi sasaran. Operasi ekstraksi data itu ditopang oleh rangkaian celah keamanan sistem yang bekerja bersamaan.
Bagaimana Serangan Menembus Safari
Rantai eksploitasi DarkSword sebelumnya telah didokumentasikan oleh Google Threat Intelligence Group pada sistem operasi iOS 18.4 hingga 18.7. Temuan riset menunjukkan adanya rangkaian enam celah keamanan yang digabungkan untuk menyusupkan tiga keluarga malware: GHOSTBLADE, GHOSTKNIFE, dan GHOSTSABER.
Malware GHOSTBLADE memegang tugas mengekstrak data dompet kripto, basis data Apple Notes, basis data keychain, rekaman obrolan pesan, dan data penelusuran peramban korban. Jejak kampanye serangan GHOSTBLADE terdeteksi menyasar pengguna di empat negara, yakni Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.
Firma keamanan seluler iVerify mengidentifikasi varian terbaru P7 pada Oktober 2026 yang dirancang lebih tersembunyi. Varian P7 memproses basis data keychain langsung di ponsel sebelum transmisi data dijalankan, seraya rutin memeriksa instruksi server peretas setiap 15 detik.
Distribusi DeadTag dan Perlindungan Pengguna
Penyebaran muatan eksploit terungkap melalui investigasi gabungan iVerify dan Report URI terhadap kampanye distribusi DeadTag. Kampanye ini memanfaatkan ratusan domain kedaluwarsa milik penyedia layanan analitik dan periklanan web guna mengarahkan korban ke muatan eksploit.
๐ Baca JugaKeplr Tangguhkan Login Google dan Apple Usai Kunci Privat Bocor - $6 Juta Raib dari 44.700 Dompet
Domain kedaluwarsa itu diperkirakan mengantongi estimasi lalu lintas hingga 135 juta kunjungan bulanan. Pelaku memanfaatkan volume kunjungan yang besar ini untuk mengarahkan pengguna langsung menuju muatan eksploit DarkSword.
Pengguna iPhone kini diimbau untuk segera memperbarui sistem operasi ke versi terbaru yang telah menambal seluruh kerentanan yang ada. Selain melakukan pembaruan perangkat lunak, pemilik aset kripto diminta menghindari penyimpanan frasa pemulihan maupun kunci privat di dalam aplikasi catatan bawaan ponsel.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Sistem Kartu Gnosis Pay Dibobol hingga CVV Bocor - Manajemen Pastikan Dana Nasabah Aman
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




