Trump Media & Technology Group (TMTG) memindahkan sekitar 4.259 BTC senilai $343,67 juta ke bursa kripto Crypto.com pada 5 November 2026. Transaksi bernilai besar dari perusahaan media milik Donald Trump ini langsung memantik perhatian pasar karena dana ditarik langsung dari dompet penampung agunan utang.
Data pelacak on-chain Arkham Intelligence menunjukkan pemindahan aset berlangsung dalam dua bagian sekitar pukul 02.17 UTC. Pengiriman pertama membawa 2.140,03 BTC, disusul pengiriman kedua sebesar 2.119,31 BTC. Kedua transaksi keluar dari dompet berlabel ‘2028 Convertible Notes Collateral’ dan masuk ke satu alamat deposit Crypto.com yang sama dengan awalan karakter ’34jvU’.
Pergerakan dana ini menjadi sinyal penting yang beriringan dengan mendekatnya tenggat kewajiban utang perusahaan pada penghujung November.
Selisih 1,38 Koin dari Agunan Kuartal Kedua
Jumlah koin yang dipindahkan hampir persis mencerminkan catatan pembukuan TMTG sendiri. Pada laporan keuangan kuartal kedua, perusahaan melaporkan 4.260,73 BTC senilai $250,46 juta per 30 Juni 2026 sebagai agunan atas surat utang konversi. Perpindahan 4.259 BTC hari ini hanya berselisih tipis 1,38 BTC dari total nilai agunan yang tercantum dalam laporan resmi itu.
Pelacak on-chain Lookonchain mengidentifikasi aliran dana itu dan menyoroti potensi penjualan terbuka di pasar. Kekhawatiran mengenai likuidasi aset kian beralasan jika melihat dokumen keterbukaan yang diserahkan TMTG ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 2 November 2026. Dalam dokumen itu, TMTG memperingatkan bahwa pemegang surat utang memiliki hak menuntut pelunasan tunai (cash repayment) penuh pada 30 November 2026.
Kewajiban finansial itu bersumber dari surat utang yang diterbitkan pada Mei 2025 dengan nilai pokok $1 miliar dan diskon 4%. Melalui penerbitan instrumen utang itu, TMTG mengumpulkan dana kotor $960 juta. Kini, kreditur memiliki hak kontraktual untuk menagih pengembalian modal dalam bentuk kas utuh, bukan konversi saham.
Pilihan Menjual Saat Cadangan Kas Menipis
Manajemen TMTG mengakui bahwa cadangan kas yang tersedia berisiko tidak memadai apabila seluruh kreditur serentak menuntut pelunasan tunai. Perusahaan menegaskan bahwa opsi menjual Bitcoin atau aset digital lainnya di portofolio terbuka lebar jika upaya refinancing atau pinjaman baru menemui jalan buntu.
Tekanan likuiditas datang di tengah beban operasional yang belum pulih. Berdasarkan data per 31 Juli 2026, total kepemilikan Bitcoin TMTG tercatat 14.139 BTC. Di sisi lain, laporan kuartal kedua perusahaan mencatat rugi bersih sebesar $238,1 juta, mempersempit ruang gerak manajemen untuk mencari dana segar di luar penjualan aset kripto.
๐ Baca JugaBitcoin Pulih ke $78.300 Usai Pemilu Sela AS - Tertahan di $79.500 Saat Arus Keluar ETF Melambat 82%
Sebelumnya pada Mei dan Agustus 2026, TMTG pernah memindahkan masing-masing 2.650 BTC dan 2.628 BTC ke Crypto.com. Pada dua periode itu, manajemen membantah adanya penjualan dan menyatakan transaksi itu sebatas pengelolaan kustodi serta strategi trading.
Namun posisi saat ini berbeda karena berhadapan langsung dengan klausul jatuh tempo tagihan tunai $1 miliar. Bagi pelaku pasar kripto, masuknya 4.259 BTC agunan ke bursa menjadi pengingat bahwa keputusan kreditur dalam beberapa pekan ke depan dapat memicu likuidasi langsung di pasar spot.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




