📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Semua Koin Selain Bitcoin & Ethereum Rontok 23% Semester Ini - Analis Sebut Ini Bukan Crash, Tapi 'Depresi'

Semua Koin Selain Bitcoin & Ethereum Rontok 23% Semester Ini - Analis Sebut Ini Bukan Crash, Tapi ‘Depresi’

📚 Istilah di Artikel Ini:

Kalau Bitcoin dan Ethereum dikeluarkan dari hitungan, sisa pasar kripto ternyata sudah kehilangan hampir seperempat nilainya sepanjang semester pertama 2026-turun 23% menjadi sekitar $666 miliar, setara Rp10.850 triliun. Analis crypto.news menyebut ini bukan crash biasa yang datang lalu berlalu, melainkan sesuatu yang lebih lambat dan lebih mengkhawatirkan: sebuah “depresi” di ekor panjang pasar kripto.

Angka 23% itu pun sebenarnya menyembunyikan kerusakan yang jauh lebih parah. Penurunan agregat masih tertolong oleh aset-aset besar seperti stablecoin, token exchange, dan segelintir layer-1 papan atas. Begitu turun ke lapisan mid-cap, penurunannya rutin mencapai 60-80% dari puncak 2025, meme coin anjlok lebih dalam lagi, dan token bernilai di bawah $100 juta nyaris tak likuid-volumenya cuma beberapa ribu dolar per hari.

Dana Mengalir ke Dalam, Bukan Keluar Sepenuhnya

Data arus dana menjelaskan mekanismenya: modal tidak sepenuhnya kabur dari kripto, melainkan mundur ke aset yang dianggap lebih “aman”-Bitcoin, stablecoin, dan segelintir narasi besar. Dominasi Bitcoin terus menanjak sepanjang tahun, sementara ETF spot Bitcoin justru berbalik jadi sumber tekanan jual: dana ini kebobolan $4,51 miliar hanya di bulan Juni, bulan terburuk sepanjang sejarahnya, dan total sekitar $7 miliar sepanjang Mei-Juni. Bahkan Ethereum, yang sempat dianggap aset institusional paling aman berkat ETF dan yield staking-nya, mencatat tiga kuartal merah berturut-turut untuk pertama kalinya-anjlok 65% dari puncak.

Segelintir Koin yang Menolak Ikut Tenggelam

Di tengah kehancuran ini, ada pengecualian menarik: sebuah token bursa perpetual mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, token lending naik 40% dalam sebulan berkat program buyback, dan sebuah layer-1 yang sempat dianggap “mati” justru melonjak 31% dalam seminggu. Pola siapa yang selamat ini, menurut analis, sama informatifnya dengan kehancuran itu sendiri-menunjukkan pasar kini jauh lebih pemilih ketimbang siklus-siklus sebelumnya.

Whale Terkait a16z Berbalik Jadi Penjual, Setor 28 Juta Dolar Token HYPE ke Bursa - Harga Ambles 12%📌 Baca JugaWhale Terkait a16z Berbalik Jadi Penjual, Setor 28 Juta Dolar Token HYPE ke Bursa - Harga Ambles 12%

Bagi investor ritel, angka ini bisa dibaca dua arah sekaligus: sinyal peringatan bahwa era “semua koin naik bareng” sudah lama berakhir, sekaligus peta harta karun bagi yang berani mencari aset berkualitas di tengah reruntuhan harga. Yang jelas, pemenang semester kedua kemungkinan besar bukan ditentukan oleh siapa yang paling banyak dipromosikan influencer, melainkan siapa yang benar-benar punya fundamental untuk bertahan.

Dilansir dari crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share