📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Ancaman Komputer Kuantum Bisa Bikin Bitcoin Cuma Sanggup 1 Transaksi per Detik - Developer Berdebat 2 Cara Menyelamatkannya

Ancaman Komputer Kuantum Bisa Bikin Bitcoin Cuma Sanggup 1 Transaksi per Detik - Developer Berdebat 2 Cara Menyelamatkannya

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bitcoin sedang menghadapi dilema teknis yang jarang dibahas di luar lingkaran developer inti, tapi dampaknya bisa sangat besar: skema tanda tangan digital yang tahan komputer kuantum, yang cepat atau lambat wajib diadopsi, ternyata berukuran 10 hingga 100 kali lebih besar dari skema ECDSA dan Schnorr yang dipakai Bitcoin saat ini. Kalau langsung diterapkan tanpa penyesuaian, sejumlah pihak memperkirakan jaringan bisa melambat hingga kurang dari 1 transaksi per detik.

Pemodelan dari Marin Ivezic, pendiri Applied Quantum dan penulis PostQuantum.com, terhadap skema ML-DSA-44 yang disetujui NIST-dengan ukuran 2.420 byte per tanda tangan-menunjukkan kapasitas blok bisa anjlok ke kisaran 500-700 transaksi, dari 2.500-3.000 transaksi saat ini. Di sinilah perdebatan lama soal ukuran blok kembali muncul, kali ini dengan taruhan yang lebih besar.

Bukti Tanpa Detail, Lewat ZK STARK

Salah satu solusi yang tengah didorong adalah agregasi bukti ZK STARK-teknologi zero-knowledge tahan kuantum yang bisa memampatkan seluruh tanda tangan besar dalam satu blok menjadi satu bukti matematis yang jauh lebih kecil. Eli Ben-Sasson, salah satu pencipta STARK sekaligus co-founder StarkWare, meyakini pendekatan ini bahkan bisa membuat Bitcoin berjalan lebih cepat dari sekarang, bukan lebih lambat, karena bukti akhirnya jauh lebih ringkas daripada menyimpan semua tanda tangan asli. Ia mengklaim developer senior Bitcoin seperti Adam Back dan Luke Dashjr secara pribadi mulai condong mendukung ide ini, meski keduanya tak selalu sepakat soal banyak hal lain.

OP_CAT: 9 Baris Kode Satoshi yang Dulu Dihapus, Kini Dilirik Lagi

Alternatif lain yang jauh lebih blak-blakan adalah memperbesar ukuran blok Bitcoin secara langsung-solusi rekayasa yang sederhana, tapi secara politik jadi salah satu perdebatan paling sengit dalam sejarah komunitas Bitcoin, sejak perpecahan soal ukuran blok pada 2017. Kritikus menilai blok lebih besar membuat setiap node harus menyimpan dan memverifikasi jauh lebih banyak data, yang berisiko mendorong sentralisasi jaringan ke tangan segelintir pihak bermodal besar. Jalan tengah yang dianggap paling realistis secara politik justru datang dari kode lama: mengaktifkan kembali OP_CAT, sembilan baris kode yang ditulis dan kemudian dihapus sendiri oleh blockchain…">Satoshi Nakamoto, yang bisa membuka jalan bagi agregasi STARK dan keamanan pasca-kuantum di Bitcoin.

CZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: 'AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa'📌 Baca JugaCZ Sindir Taruhan AI $725 Miliar Wall Street: ‘AI Tak Melindungimu dari Inflasi, Bitcoin Bisa’

Ini bukan krisis yang akan meletus besok pagi-komputer kuantum yang benar-benar mengancam kriptografi Bitcoin diperkirakan masih bertahun-tahun lagi. Tapi perdebatan soal jalan mana yang diambil sudah dimulai sekarang, dan hasilnya akan menentukan apakah Bitcoin tetap bisa diakses semua orang, atau perlahan bergeser jadi jaringan yang cuma sanggup dijalankan pihak bermodal besar.

Dilansir dari Cointelegraph.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share