Di saat harga XRP tergelincir, taruhan bernilai miliaran dolar justru makin membesar. Token ini diperdagangkan di kisaran $1 pada Senin pagi waktu Asia, jatuh dari level tertingginya di atas $3 yang tercetak pada tahun lalu. Namun data pelacakan derivatif dari CoinGlass memperlihatkan anomali pasar: open interest untuk kontrak berjangka naik 2% menembus angka $2,78 miliar dalam rentang 24 jam terakhir. Kenaikan minat terbuka ini diiringi lonjakan volume perdagangan harian sebesar 55% yang menyentuh angka $1,17 miliar.
Aktivitas dalam jaringan juga menguat searah dengan volume bursa. Saat ini terdapat sekitar 2,77 miliar token XRP yang bersandar di posisi kontrak berjangka, naik tajam dari posisi awal musim panas tahun 2026 yang hanya berkisar di 2 miliar token. Data analitik on-chain dari Santiment merekam interaksi dari hampir 50.000 alamat aktif di jaringan dalam satu rentang waktu 24 jam. Angka ini mencetak rekor aktivitas tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, membalikkan tren mati suri pada bulan Juli lalu ketika metrik jaringan nyaris menyentuh level dasar 2026.
Kontras Tajam dengan Opini Publik
Penumpukan posisi kontrak berjangka ini muncul tepat ketika pesimisme publik memuncak. Menurut catatan metrik Santiment, sentimen sosial XRP di berbagai platform komunitas seperti X, Reddit, dan Telegram jatuh ke titik paling negatif dalam tiga bulan terakhir. Di tengah gelombang opini miring ini, para trader bermodal tebal justru mengambil posisi berlawanan arah dengan memborong kontrak beli margin.
Rasio posisi long berbanding short di bursa Binance menembus batas lebih dari 3 banding 1. Untuk kelompok trader kelas paus terbesar di Binance, rasionya bertambah jomplang di angka 3,6 banding 1 untuk dominasi posisi long. Bursa OKX turut mencatat angka identik dengan rasio pembeli long mencapai 3,6 banding 1. Posisi agresif ini makin menonjol karena rasio long-short pasar kripto umum bertengger di level 0,93 atau mendekati seimbang. Taruhan long berskala besar ini murni terpusat di bursa seperti Binance, OKX, dan pada kumpulan akun trader bermodal besar.
Menanti Pemicu di Batas $1
Adu kuat di pasar derivatif XRP berbarengan dengan pasar makro kripto yang bergerak lambat. Bersamaan dengan rilisnya data on-chain ini, Bitcoin menembus $64.000 pada Senin pagi waktu Asia. Analis LVRG Research Nick Ruck memaparkan bahwa pasar kripto pada umumnya masih tertahan di kisaran $63.000. Pelaku pasar kini menahan diri sembari menanti dua katalis kunci pada minggu ini: rilis risalah rapat FOMC dan agenda pertemuan terkait kripto di Gedung Putih.
๐ Baca JugaXRP Tergelincir di Bawah $1 Sebelum Rebound - Sementara Peter Brandt Pilih Buang 500 Ribu Token ke Bitcoin
Tumpukan kontrak berjangka ini membawa risiko dua sisi. Jika harga XRP gagal mempertahankan pijakan dan jebol di bawah $1, pasar berpotensi menghadapi likuidasi mekanis dari posisi long dengan leverage tinggi. Tekanan jual tambahan dari penutupan paksa ini berisiko menyeret harga turun lebih tajam. Bagi partisipan pasar spot, tumpukan leverage ini adalah peringatan: volatilitas siap meledak begitu batas bawah pertahanan diuji.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




