Strategy membeli 267 Bitcoin seharga $22,1 juta antara 12 hingga 18 Oktober 2026, dengan harga rata-rata $82.900 per BTC. Pembelian itu membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy ke rekor baru 848.517 BTC, naik dari posisi 848.250 BTC per 11 Oktober. Dengan tambahan aset itu, Strategy kini menguasai sekitar 4,04% dari batas pasokan maksimum 21 juta koin Bitcoin.
Namun belanja kripto itu tampak kecil bila disandingkan dengan manuver Strategy di pasar saham. Pada rentang waktu yang sama, Strategy justru mengalokasikan $193,1 juta untuk membeli kembali 1.938.780 lembar saham preferen STRC miliknya - hampir sembilan kali lebih besar dibanding nilai belanja Bitcoin.
Belanja Saham Preferen di Bawah Nilai Nominal
STRC merupakan saham preferen dengan nilai nominal $100 per lembar. Strategy memborong kembali saham itu ketika harganya di pasar berada di bawah nilai nominal. Aksi ini sejalan dengan pola alokasi modal perusahaan sepanjang kuartal keempat 2026: Strategy telah menghabiskan $459,2 juta untuk buyback STRC, berbanding $72,3 juta untuk akumulasi 851 BTC.
Batas program pembelian kembali saham digital credit securities ini bahkan telah dinaikkan hingga $3 miliar. Untuk mendanai pembelian 267 BTC terbarunya, Strategy menjual 140.872 lembar saham biasa MSTR senilai $22 juta, lalu menutup kekurangannya memakai $0,1 juta dari kas internal. Akumulasi Bitcoin pekan ini terhitung lebih kecil bila dibandingkan dengan beberapa akuisisi besar yang sempat dilakukan Strategy sebelumnya pada 2026.
Sinyal Saylor dan Aturan Baru MSCI
Sebelum pembelian 267 koin ini terkonfirmasi, Michael Saylor sempat memberi petunjuk lewat akun media sosial X pada hari Minggu melalui cuitan “We found room for more orange” (kami masih punya ruang untuk lebih banyak oranye). Saylor kembali menegaskan keyakinannya saat berbicara di acara ParaFi Investor Day pada Sabtu. “Kita bergerak kembali ke bull market,” kata Saylor, merujuk pada pemulihan harga Bitcoin yang kini berada di atas moving average 200 hari.
Di balik optimisme sang pendiri, Strategy menghadapi risiko dikeluarkan dari indeks saham global. Pada 15 Oktober, MSCI menyelesaikan aturan baru yang menetapkan bahwa “perusahaan non-operasional” - yakni korporasi yang neraca keuangannya didominasi oleh satu aset - tidak akan dimasukkan ke dalam MSCI Global Investable Market Indexes mulai 30 November. Daftar perusahaan yang terimbas aturan ini baru akan diumumkan pada 11 November.
Cadangan Kas $4,83 Miliar dan Pengumuman November
Untuk menopang struktur keuangannya di luar kepemilikan Bitcoin, Strategy memegang dana terpisah sebesar $4,83 miliar USD Reserve yang disiapkan guna mendukung pembagian dividen saham preferen serta pembayaran bunga utang. Di samping cadangan dividen itu, perusahaan masih menyimpan dana tunai terpisah senilai $447,3 juta USD Cash.
๐ Baca JugaMt. Gox Tunda Batas Pembayaran ke Oktober 2027 - Sebagian Besar Kreditor Masih Tersendat Masalah Teknis
Bagi para pemegang saham MSTR maupun investor STRC, kombinasi cadangan miliaran dolar dan pembelian kembali saham di bawah nilai nominal mempertegas fokus neraca Strategy di luar pergerakan koin. Namun perhatian pasar dalam waktu dekat tertuju pada tanggal 11 November, saat MSCI mempublikasikan daftar resmi perusahaan yang terkena aturan pengeluaran dari indeks global.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Sebelumnya: Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin di $81.000 - Tapi Belanja Terbesar Strategy Pekan Lalu Bukan Kripto
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




