Dua alamat Bitcoin tanpa catatan aktivitas selama 12 tahun lebih mendadak mengosongkan seluruh simpanan 417 BTC pada 18 Oktober 2026. Nilai pasar dari aset yang berpindah alamat ini mencapai $33,85 juta. Rincian perpindahan dana dari dua dompet lama ini pertama kali diungkap oleh akun pelacak on-chain @lookonchain di platform media sosial X.
Pengiriman aset senilai $33,85 juta ini terlaksana ketika pasar spot Bitcoin sedang bergerak tanpa arah yang tegas. Pada 18 Oktober 2026, harga Bitcoin bergerak choppy dan tertahan di kisaran $81.000 per keping. Yang membuat transaksi ini disorot komunitas bukan semata-mata nominal jutaan dolar hari ini, melainkan titik berangkat koin-koin itu lebih dari satu dekade silam.
Untung Ratusan Kali Lipat dari Modal Awal
Saat koin pertama kali masuk belasan tahun silam, valuasi pasar Bitcoin berada di level yang jauh berbeda dari posisi sekarang. Alamat pertama mengumpulkan aset ketika harga pasar Bitcoin masih bertengger di angka $127 per keping. Sementara itu, alamat kedua menerima simpanan pertamanya saat harga Bitcoin berada pada level $355 per keping.
Selisih harga dari ratusan dolar menuju kisaran $81.000 menghasilkan lonjakan keuntungan ratusan kali lipat tanpa ada penambahan modal baru. Menurut kalkulasi data @lookonchain, alamat pertama membukukan imbal hasil investasi sampai 638 kali lipat dibanding harga perolehan awalnya. Di sisi lain, dompet kedua mengantongi pertumbuhan nilai 229 kali lipat ketika seluruh saldo 417 BTC akhirnya dikirim keluar.
Ke Mana 417 BTC Itu Mengalir?
Jejak blockchain mencatat nominal dan waktu perpindahan dengan gamblang, tetapi sifat desentralisasi tidak membeberkan siapa pengendali di balik alamat itu. Sampai saat ini, tidak ada informasi publik mengenai identitas pemilik kedua dompet maupun ke mana sebenarnya 417 BTC itu ditransfer. Tidak ada data yang memastikan apakah ratusan koin ini disetor ke bursa untuk dijual, dialihkan lewat jalur privat over-the-counter (OTC), atau sekadar ditata ulang ke dompet penyimpanan baru dengan standar pengamanan yang lebih segar.
Bagi pelaku pasar kripto, pergerakan koin dari dompet era awal Bitcoin selalu memicu perhatian khusus. Ketika aset yang tersimpan selama 12 tahun tiba-tiba berpindah saat harga bergerak choppy di kisaran $81.000, spekulasi kerap bermunculan mengenai kemungkinan pasokan lama masuk ke pasar terbuka. Namun tanpa adanya konfirmasi resmi atau data rute transfer lanjutan, belum ada bukti bahwa sang pemilik berniat mencairkan kepemilikan koin menjadi uang tunai.
๐ Baca JugaArus Masuk Bitcoin ke AS Berbalik Positif Sejak 2022 - Institusi Serap 53.200 BTC Saat Ritel Terus Menjual
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Coinbase Kuasai 5% Pasokan Bitcoin - Kini Desak Pertahanan Kuantum Dimulai Jauh Sebelum 2029
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




