Batas waktu pembayaran ganti rugi bagi kreditor Mt. Gox kembali bergeser satu tahun ke depan. Trustee rehabilitasi Nobuaki Kobayashi mengumumkan pada 16 Oktober 2026 bahwa pengadilan telah menyetujui perpanjangan batas akhir pembayaran dari 31 Oktober 2026 menjadi 31 Oktober 2027. Keputusan ini memberi tambahan waktu bagi pengelola untuk menuntaskan pembagian aset kepada pemilik akun yang belum menerima hak mereka.
Penundaan kali ini menjadi perpanjangan berulang dalam proses rehabilitasi bursa yang bangkrut itu. Jadwal penyelesaian kewajiban sebelumnya sempat ditargetkan tuntas pada Oktober 2024, sebelum dimundurkan ke Oktober 2025, lalu digeser lagi ke Oktober 2026, hingga kini berakhir di Oktober 2027. Pergeseran beruntun ini mempertegas perbedaan posisi antara kreditor yang prosesnya lancar dan mereka yang masih tersangkut kendala teknis.
Kenapa Sebagian Besar Kreditor Belum Menerima Dana
Kobayashi menjelaskan bahwa skema Base Repayment, Early Lump-Sum Repayment, dan Intermediate Repayment sebagian besar sudah selesai disalurkan kepada kreditor yang dokumennya tidak bermasalah. Penyaluran dana kepada para kreditor itu sudah berjalan sejak Juli 2024 melalui kerja sama dengan bursa kripto Kraken dan Bitstamp. Berdasarkan data pengumuman tahun 2025, tercatat sekitar 19.500 kreditor telah menerima pembayaran hak mereka melalui kedua bursa itu.
Kendati sebagian pembayaran awal sudah terealisasi, sebagian besar kreditor justru masih belum menerima dana sama sekali. Trustee mengungkapkan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh prosedur administrasi yang belum diselesaikan oleh pihak kreditor, serta munculnya gangguan teknis selama proses distribusi berlangsung di lapangan.
Bagi kreditor yang masih menghadapi kendala dalam pencairan hak, pengelola mengarahkan mereka untuk mengajukan pertanyaan melalui sistem klaim daring. Namun, trustee juga mengingatkan bahwa jawaban dari tim penanganan berpotensi datang terlambat karena volume pesan dan pertanyaan yang masuk melalui portal sistem tergolong tinggi.
Jumlah Hak Pembayaran Kreditor Tidak Berubah
Mt. Gox bangkrut pada 2014 setelah kehilangan sekitar 850.000 BTC. Sebelum menghentikan operasionalnya akibat insiden itu, bursa yang berpusat di Tokyo itu sempat menguasai sekitar 70% dari volume perdagangan Bitcoin global pada masa puncaknya. Skala kerugian yang besar membuat proses likuidasi dan verifikasi kepemilikan aset membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Di balik penambahan waktu yang diberikan oleh pihak pengadilan, Kobayashi menegaskan tidak ada perubahan pada jumlah atau porsi aset yang berhak diterima kreditor. Kebijakan ini murni memperpanjang jangka waktu distribusi tanpa memotong besaran klaim yang telah ditetapkan sebelumnya bagi masing-masing pihak.
๐ Baca JugaSaylor Beri Sinyal Beli Bitcoin di $81.000 - Tapi Belanja Terbesar Strategy Pekan Lalu Bukan Kripto
Bagi kreditor yang masih menanti hak mereka, penetapan batas waktu baru hingga akhir Oktober 2027 memperpanjang ketidakpastian penerimaan aset di dompet masing-masing. Kecepatan penyelesaian kini berada di tangan pengelola untuk menuntaskan kendala teknis serta respons para kreditor dalam melengkapi dokumen yang diminta.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Coinbase Kuasai 5% Pasokan Bitcoin - Kini Desak Pertahanan Kuantum Dimulai Jauh Sebelum 2029
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




