CEO Matt Cole resmi mengumumkan pembelian 1.800 BTC senilai sekitar $143 juta pada Senin, 1 September 2026. Strive, entitas yang awalnya didirikan bersama oleh pengusaha yang lantas bertransisi menjadi politisi, Vivek Ramaswamy, menebus koin-koin itu di angka rata-rata $79.431 per keping. Tambahan aset ini mengangkat posisi total kepemilikan mereka menembus 23.156 BTC, mewakili nilai pasokan sekitar $1,76 miliar berdasarkan harga referensi laporan pengungkapan perusahaan.
Harga beli rata-rata untuk porsi pesanan terbaru sedikit mendahului posisi nilai pasar yang berjalan. Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $78.600 di hari Senin, membuat taksiran nilai kantong aset baru Strive berada nyaris di titik impas untuk sementara waktu. Aktivitas pengumpulan koin itu meneruskan jejak aksi investasi mereka di masa lalu, saat perusahaan mencatat kuitansi tebusan Bitcoin senilai $81 juta yang dieksekusi berbarengan dengan pelepasan sejumlah saham ke tangan investor.
Mengekor Model Cadangan Kas
Langkah Strive pasca-merger bersama Asset Entities dan proses melantai di bursa Nasdaq memakai kode saham ASST ini mengukuhkan tren yang jauh lebih luas. Gelombang entitas publik makin gencar mengadopsi strategi memindahkan sebagian kekayaan mereka ke Bitcoin. Praktik bisnis korporasi ini meniru penuh model perbendaharaan yang pertama kali dipelopori oleh Michael Saylor lewat bendera Strategy.
Manuver belanja tim Cole mengalir selaras dengan kembalinya manuver dari deretan pemain korporasi ke meja transaksi. Strategy ikut memutus masa tanpa pembelian selama hampir dua bulan penuh lewat laporan belanja koin senilai $370 juta. Di ruang aset yang berbeda, unit bisnis Bitmine milik analis Tom Lee turut merampungkan transaksi pengumpulan Ethereum dengan rekor volume paling tinggi semenjak Juni.
Kinerja Agustus Terkuat Sejak 2017
Aksi kumpul koin dari para petinggi korporasi mengambil pijakan setelah rentetan sentimen positif yang terbentuk di pasar. Meski harga spot koin mencatat penurunan tipis pada saat hari pengumuman Cole, Bitcoin membukukan raihan kenaikan di atas angka 24% sepanjang rentang kalender Agustus. Lonjakan harga pada bulan kedelapan itu menandai jejak kinerja penutupan yang paling tangguh sejak tahun 2017. Rekor ketahanan harga ini memberi argumen bagi pengelola perusahaan publik untuk kian yakin menaruh dana cadangan mereka ke dalam instrumen digital.
Deretan angka tebusan transaksi skala korporasi publik memastikan Bitcoin memiliki fungsi fundamental melebihi fungsi spekulatif. Perusahaan yang tercatat di bursa kini mulai menyuntikkan kapital besar di dalam perbendaharaan on-chain, menjadikannya tameng pelindung bagi porsi neraca keuangan mereka untuk menghadapi persaingan moneter ke depan.
๐ Baca JugaFork Bitcoin BLAKE2b Targetkan 1 September - Tapi Ketiadaan Bursa dan Dompet Buka Risiko Replay Attack
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Transaksi Anti-Kuantum Tembus Mainnet Bitcoin - Tapi Ongkosnya $200 per Kirim
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




