📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Sudah di Ambang Sejarah, Obligasi Bitcoin Pertama Milik Negara Bagian AS Dibatalkan di Detik Terakhir

Sudah di Ambang Sejarah, Obligasi Bitcoin Pertama Milik Negara Bagian AS Dibatalkan di Detik Terakhir

📚 Istilah di Artikel Ini:

Sejarah nyaris tercipta - lalu batal di langkah paling akhir. New Hampshire membalikkan badan dari upaya perintis untuk menerbitkan obligasi berperingkat pertama yang ditopang Bitcoin di bawah kewenangan sebuah negara bagian, setelah badan pemerintahnya membatalkan proyek itu.

Hanya beberapa bulan setelah lembaga pemeringkat Moody’s memberi instrumen ini rating Ba2, Executive Council New Hampshire - dewan yang meninjau aksi keuangan besar negara bagian - mengetuk keputusan 3-2 yang berpihak pada mereka yang mencemaskan reputasi finansial negara bagian.

Rp1,6 Triliun yang Kandas di Meja Voting

Obligasi itu rencananya diterbitkan oleh Business Finance Authority New Hampshire, menopang obligasi sektor swasta senilai hingga US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) yang terkait perusahaan tambang Bitcoin dan pusat data CleanSpark. Suara dewan adalah tahap final - dan tahap itulah yang menutup segalanya.

“Itu keputusan yang sangat berpandangan pendek,” tulis Keith Ammon, advokat kripto veteran sekaligus pemimpin mayoritas di DPR negara bagian New Hampshire, di media sosial X. Ia menyebut para anggota dewan seharusnya mengumpulkan semua fakta dan meninjau ulang suara mereka di rapat berikutnya.

Belum Menyerah, tapi Simbolnya Terlanjur Retak

Ammon mengingatkan bahwa ini tahun pemilihan bagi anggota dewan, dan cukup satu orang berbalik suara untuk mengubah hasil. “Kami tidak menyerah,” ujarnya. New Hampshire memang selama ini memimpin di antara negara bagian dalam kebijakan kripto - tahun lalu ia jadi yang pertama membentuk cadangan kripto, jauh mendahului upaya federal yang belum kelar.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Yang membuat penolakan ini terasa berat bukan sekadar angka Rp1,6 triliun yang batal cair, melainkan sinyalnya. Sebuah negara bagian yang biasanya paling berani soal aset digital justru mengerem di garis finis - mengingatkan bahwa antara wacana progresif dan tanda tangan resmi, masih ada jurang yang bisa membatalkan segalanya dalam satu kali pemungutan suara.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share