Aplikasi pesan Telegram resmi memulai distribusi Gram Wallet berjenis self-custodial langsung ke dalam menu pengaturan aplikasinya. Fase awal peluncuran dompet kripto ini menyasar kelompok pengguna terpilih, sebagai tahap awal sebelum ekspansi penuh. CEO Pavel Durov mengumumkan bahwa fitur ini akan dirilis bertahap kepada lebih dari satu miliar pengguna dalam kurun waktu beberapa minggu ke depan. Gram Wallet kini menjadi dompet default bagi seluruh ekosistem Telegram.
Berbeda dari dompet kustodial bursa, Gram Wallet dibangun agar pengguna memegang kendali atas aset mereka sendiri tanpa pihak ketiga. Daftar fiturnya mencakup pengiriman dana antarpengguna, pembayaran umum, hingga pembelian di dalam aplikasi. Fasilitas ini juga melayani transaksi Telegram Collectibles yang meliputi pembelian hadiah digital, username, dan nomor telepon. Seluruh transaksi ini berjalan instan tanpa memungut biaya. Dari sisi teknis, validator jaringan telah menyetujui smart contract Gram Wallet sebelum perilisan. Desain kontrak yang disetujui itu memungkinkan pembaruan sistem di masa depan tanpa mengharuskan pengguna melakukan migrasi paksa.
Volume Melonjak 137 Persen Pascapergantian Identitas
Di pasar spot, token GRAM merespons peluncuran ini dengan peningkatan aktivitas transaksi. Aset ini diperdagangkan di kisaran $1,40 saat berita ini beredar, naik 2,07% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Pergerakan harganya sempat menyentuh level $1,45 sebelum aksi jual menarik valuasinya kembali turun. Meski kenaikan harganya tipis, volume perdagangan token mencatat lonjakan 137%. Pergerakan harga ini merupakan aktivitas pasar pertama yang besar sejak Toncoin berganti nama menjadi GRAM beserta tickernya per 15 Juni 2026. Keputusan pergantian identitas itu berjalan setelah mendapat 81,22% dukungan suara komunitas, sementara blockchain utamanya tetap bernama The Open Network.
Masa transisi pergantian identitas berjalan tanpa proses tambahan bagi investor. Pemegang koin tidak perlu melakukan pertukaran aset. Seluruh catatan saldo, alamat dompet, alamat smart contract, sampai posisi staking mereka tetap sama. Perubahan murni hanya berlaku pada nama, ticker, dan penggantian logo koin.
Detail Keamanan yang Belum Dibuka
Bahkan dengan rencana peluncuran yang menargetkan satu miliar perangkat, masih ada detail teknis yang belum dibuka ke publik. Telegram belum merilis dokumen prosedur pemulihan akun untuk pengguna yang kehilangan perangkat atau melupakan kredensial dompet mereka. Aturan kebijakan transaksi tanpa biaya juga belum jelas, karena belum ada rincian apakah pembebasan biaya itu berlaku merata untuk semua jenis transfer. Menyebar akses dompet kripto ke lebih dari sepertiga pengguna internet membawa tantangan skala operasi, dan ujiannya akan terlihat saat jutaan orang mulai lupa di mana mereka menyimpan kata sandi.
๐ Baca JugaRobinhood Chain Kalahkan Fee Ethereum Dalam 2 Bulan - Rahasia RWA dan Memecoin
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




