๐Ÿ“… Minggu, 13 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Thailand Bidik Transfer Stablecoin Rp2,4 Miliar per Hari - Tak Boleh Lagi Kirim ke Dompet Orang Lain

Thailand Bidik Transfer Stablecoin Rp2,4 Miliar per Hari - Tak Boleh Lagi Kirim ke Dompet Orang Lain

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Thailand mengusulkan aturan baru yang membatasi volume pergerakan stablecoin harian. Regulator ini mengajukan batas transfer maksimal sebesar 5 juta baht, atau setara $151.000 (sekitar Rp2,4 miliar), per nasabah untuk setiap operator platform aset kripto dalam kurun waktu satu hari penuh. Batasan nilai ini dikhususkan untuk transaksi yang melibatkan dompet eksternal. Kuota ini tidak digabung menjadi satu angka kumulatif; transfer masuk dan transfer keluar masing-masing dikenakan batas 5 juta baht yang berdiri sendiri.

Aturan yang paling menekan dari usulan regulasi ini terletak pada pembatasan identitas pihak penerima dan pengirim dana. SEC Thailand menetapkan syarat mutlak bahwa stablecoin hanya boleh disetor dari, atau ditarik ke, akun yang sudah terverifikasi atas nama nasabah yang bersangkutan. Usulan ini otomatis melarang segala bentuk transfer dari atau ke dompet kripto milik orang lain. Jalur pengiriman dana antarpengguna lewat stablecoin yang biasa berjalan bebas akan tertutup sepenuhnya jika nasabah menggunakan platform berlisensi di negara itu.

Verifikasi Ekstra untuk Dompet Asing dan Pribadi

Jangkauan pengawasan dari kerangka hukum usulan ini dirancang melampaui yurisdiksi platform pertukaran domestik. SEC memastikan langkah pengawasan ini ikut mencakup transfer yang melibatkan operator aset digital asing maupun aliran dana menuju dompet pribadi (personal wallet). Untuk merealisasikan rencana ini, operator yang melayani nasabah harus memikul tanggung jawab penyaringan berlapis sebelum meloloskan permintaan transfer.

Setiap operator platform diwajibkan memverifikasi kepemilikan dompet tujuan maupun asal sebelum mereka dapat memproses satu transaksi pun. Kewajiban baru ini akan berjalan beriringan dengan pemenuhan persyaratan Travel Rule yang sudah mewajibkan pertukaran informasi identitas nasabah antar-institusi keuangan. Lebih jauh lagi, SEC mewajibkan pemakaian alat analitik blockchain, atau sistem pemantauan setara lainnya, untuk memetakan dan melacak setiap jejak pergerakan aset digital di dalam jaringan publik.

Mengapa Aturan Diperketat?

Penerapan syarat verifikasi dan pembatasan nilai ini bukan tanpa alasan spesifik. Regulator keuangan Thailand memposisikan kerangka ini sebagai alat untuk mengatasi tiga masalah besar: pencucian uang, kejahatan siber, dan upaya penghindaran kontrol transfer uang internasional. Kemudahan transaksi lintas batas tanpa hambatan yang ditawarkan oleh stablecoin kerap dimanfaatkan untuk menghindari pengawasan devisa dan perbankan yang selama ini berlaku ketat.

Senat AS Gelar Voting CLARITY Act 15 September - Gagal Dapat 60 Suara Berarti Kripto Lari ke Singapura๐Ÿ“Œ Baca JugaSenat AS Gelar Voting CLARITY Act 15 September - Gagal Dapat 60 Suara Berarti Kripto Lari ke Singapura

Hingga saat ini, rancangan pembatasan pergerakan aset digital harian ini masih berada dalam tahap konsultasi terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan. Draf regulasi ini belum resmi berlaku sebagai hukum yang mengikat. Namun jika disahkan, langkah ini akan mengubah cara nasabah ritel dan operator platform memindahkan dana kripto mereka melewati batas-batas yurisdiksi Thailand. Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Inggris Wajibkan Strategi Kripto Nasional dalam 12 Bulan - Akhir Era Pemblokiran Sepihak oleh Bank


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share