📅 Sabtu, 25 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Tiga ETF Wall Street Timbun Saham STRC $756 Juta - Padahal Strategy Baru Jual Bitcoin Demi Dividen

Tiga ETF Wall Street Timbun Saham STRC $756 Juta - Padahal Strategy Baru Jual Bitcoin Demi Dividen

📚 Istilah di Artikel Ini:

Saham preferen STRC milik pengumpul Bitcoin, Strategy, kini duduk di posisi puncak portofolio tiga ETF saham preferen terbesar di Amerika Serikat: BlackRock iShares (PFF), Virtus InfraCap (PFFA), dan VanEck (PFXF). Tiga reksa dana bursa ini total menyimpan STRC senilai $756 juta, biarpun harganya di pasar masih tertahan di $87 per saham, atau 13% di bawah nilai paritasnya.

Pergeseran kepemilikan ini dibenarkan oleh CEO Strategy, Phong Le. Ia mengoreksi laporan sebelumnya dan memastikan rata-rata uang institusi di saham STRC melompat 105% menjadi $3,5 juta per Juli. Sebaliknya, porsi investor ritel menyusut dari 78% ke 71%. Angka ini memperlihatkan korporasi besar mulai mengangkut saham dividen ini dari tangan investor kecil.

Bukan Tanda Dukungan Sepenuhnya

Kritikus Bitcoin Peter Schiff menilai aliran dana segar ini tidak berarti Wall Street mendukung naiknya harga kripto. Schiff memandang fenomena ini sebatas transaksi arbitrase. Investor institusi memborong STRC yang harganya sedang diskon, lalu di saat bersamaan mengambil posisi short terhadap saham utama MSTR maupun Bitcoin. Manuver spread ini memungkinkan para manajer investasi mengunci keuntungan dari selisih harga tanpa perlu peduli arah gerak pasar kripto.

Tuntutan memenuhi kewajiban kepada pemegang saham STRC akhirnya memaksa Strategy merogoh kas Bitcoin mereka. Pada 6 Juli 2026, mereka menjual 3.588 BTC senilai $216 juta. Dana penjualan ini mengamankan likuiditas perusahaan sekaligus membayarkan dividen tunai tahunan 12% bagi investor STRC. Walau melepas ribuan keping, posisi Strategy sebagai penyimpan kas Bitcoin terbesar di bursa saham belum goyah dengan sisa saldo 843.775 BTC.

Pesaing Mulai Mengejar

Jalur pendanaan via instrumen preferen tidak dimonopoli satu nama. Saham preferen perpetual SATA keluaran Strive perlahan bangkit usai ditekan jual sepanjang Juni. Harganya kini berjarak hanya 3% dari nilai awal $100. Strive sendiri bertengger di urutan ketujuh perusahaan penimbun Bitcoin publik dengan 19.921 BTC di brankasnya.

CEO Jan3 Samson Mow membaca kebangkitan SATA ini sebagai sinyal positif. Ia melihatnya sebagai tanda pulihnya kepercayaan pasar pada produk kredit digital yang dipakai untuk membiayai akumulasi Bitcoin korporat.

Saylor Patok Angka Keramat 3,22% untuk Tumpukan 843.775 BTC - Lewati Batas Ini dan Utang Strategy Aman Selamanya📌 Baca JugaSaylor Patok Angka Keramat 3,22% untuk Tumpukan 843.775 BTC - Lewati Batas Ini dan Utang Strategy Aman Selamanya

Bagi pembeli ritel, masuknya dana Wall Street ke instrumen utang seperti STRC dan SATA memang menjaga harga dari kejatuhan tajam, namun dengan ongkos mahal: kendali atas perusahaan kripto kini diwarnai oleh kepentingan jangka pendek para pemburu dividen.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share