๐Ÿ“… Minggu, 8 November 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Yi He Peringatkan Risiko USDT Murah dan Aliran Myanmar - Binance Tak Berwenang Buka Saldo Sitaan Aparat

Yi He Peringatkan Risiko USDT Murah dan Aliran Myanmar - Binance Tak Berwenang Buka Saldo Sitaan Aparat

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Tawaran membeli Tether (USDT) dengan harga miring dari kenalan bukan peluang keuntungan cuma-cuma. Co-founder Binance Yi He memperingatkan komunitas kripto berbahasa Mandarin untuk menjauhi setoran dan transfer USDT informal yang mencurigakan. Sorotan khusus diarahkan pada penawaran USDT berdiskon dari teman atau kerabat yang asal-usul sumber dananya tidak jelas.

Langkah pencegahan ini penting karena transaksi di luar jalur resmi membawa risiko hukum serius: saldo akun dapat dibekukan tanpa bisa dipulihkan sepihak oleh bursa.

Jalur Mana Saja yang Masuk Radar Pengawasan

Yi He memetakan sejumlah transaksi berisiko tinggi yang kini menjadi target pemantauan ketat. Aktivitas yang disorot meliputi perputaran uang hasil bisnis di Myanmar, penarikan pembayaran di Kamboja, serta transfer dana perantara atas nama pihak lain atau money mule. Jalur-jalur ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk memindahkan aset tanpa melalui proses verifikasi perbankan maupun bursa terdaftar.

Peringatan dari pimpinan Binance ini berkaitan dengan sorotan Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) pada September 2026. Lembaga pengawas keuangan Amerika Serikat itu mengungkap jaringan transaksi penipuan investasi kripto Asia Tenggara senilai $12,7 miliar yang berulang kali memanfaatkan rekening bayangan untuk mengaburkan asal dana sebelum ditukarkan ke aset kripto.

Praktik perantara dana sering kali menyasar lingkaran pertemanan tanpa disadari korbannya. Modus penawaran USDT berdiskon murah dari rekan atau keluarga kerap dipakai jaringan penipu untuk mencuci hasil kejahatan lewat rekening pihak ketiga. Pengguna yang tergiur selisih kurs murah akhirnya menampung dana kotor di dompet pribadi mereka.

Batas Kuasa Bursa Saat Penegak Hukum Masuk

Sistem keamanan Binance tidak menunggu hingga aset bermasalah mendarat di akun pengguna. Bursa global ini menerapkan sistem kepatuhan yang mampu mendeteksi serta memberi tanda risiko pada alamat dompet sebelum aset kripto sempat masuk ke platform. Lewat mekanisme penyaringan awal ini, dompet yang terafiliasi dengan jaringan kejahatan dapat segera ditandai.

Situasi paling pelik terjadi ketika penegak hukum telah menerbitkan perintah penyitaan. Jika dana yang terhubung dengan hasil kejahatan resmi dibekukan oleh aparat penegak hukum, Binance tidak memiliki kewenangan mandiri untuk melepas atau mengembalikan aset itu kepada pengguna. Seluruh kendali atas pembukaan blokir berada penuh di bawah kewenangan penyidik dan otoritas hukum yang menangani perkara.

Nigeria Buka Jalur Izin Kripto - Tapi Stablecoin Algoritmik Dilarang dan Modal Dipatok hingga โ‚ฆ15 Miliar๐Ÿ“Œ Baca JugaNigeria Buka Jalur Izin Kripto - Tapi Stablecoin Algoritmik Dilarang dan Modal Dipatok hingga โ‚ฆ15 Miliar

Proses penanganan perkara pidana oleh aparat penegak hukum dapat memakan waktu panjang tanpa kepastian tanggal penyelesaian. Bagi pemilik akun, keuntungan dari diskon harga USDT di pasar informal tidak sebanding dengan risiko kehilangan akses terhadap saldo dompet. Menolak permintaan transfer titipan atas nama orang lain dan bertransaksi hanya lewat bursa resmi menjadi langkah paling efektif untuk menjaga aset tetap aman.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?

Baca juga: Pendapatan Q3 Circle Naik 17% ke $864,9 Juta - Tapi Diam-Diam Pangkas 5% Karyawan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share