Pemerintahan Amerika Serikat kembali mengumpulkan para petinggi industri aset digital. Presiden Trump dikabarkan berencana hadir dalam pertemuan khusus dengan belasan CEO kripto di Eisenhower Executive Office Building - gedung yang bersebelahan langsung dengan Gedung Putih - pada tanggal 19 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi pembuka jalan bagi rapat perdana CFTC Innovation Advisory Committee yang akan digelar sehari setelahnya.
Meski Gedung Putih belum merilis daftar peserta resmi, sejumlah nama besar telah dikonfirmasi hadir. Daftar ini mencakup Brian Armstrong dari Coinbase, Brad Garlinghouse dari Ripple, hingga perwakilan dari a16z, Chainlink, Paradigm, Kalshi, Gemini, Robinhood, dan Polymarket.
Siapa Lagi yang Duduk di Meja Itu?
Pertemuan tanggal 19 Agustus ini bukan sekadar silaturahmi. Acara ini merupakan kickoff atau pemanasan sebelum komite inovasi CFTC membahas topik bertajuk ‘Crypto’s Regulatory Evolution: From Uncertainty to Clarity’ pada 20 Agustus.
Karena itu, peserta yang diundang tidak hanya berasal dari perusahaan kripto murni. Para petinggi bursa tradisional seperti CME Group, Nasdaq, ICE, dan DTCC juga tergabung dalam komite baru ini. Selain mereka, Ketua CFTC Mike Selig dan Ketua SEC Paul Atkins turut menerima undangan. Dari jajaran kabinet, Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga kemungkinan ikut bergabung di meja pembahasan.
Nasib RUU Kripto yang Masih Menggantung
Rangkaian pertemuan ini terjadi saat nasib Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) masih jalan di tempat. Undang-undang penting bagi pasar kripto itu kini tertahan di Senat setelah masa reses bulan Agustus. Padahal, Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah lebih dulu menyetujui draf awal RUU ini pada Juli 2025 lalu dengan kemenangan suara 294 berbanding 134.
Pasar prediksi memberikan angka yang tidak terlalu optimis untuk pengesahan penuh tahun ini. Peluang CLARITY Act lolos menjadi undang-undang pada 2026 hanya berada di level 19% berdasarkan data Polymarket, sementara riset dari Galaxy Research mematok peluangnya di angka 10%.
๐ Baca JugaAturan Blockchain SEC Mandek, Saham Tokenisasi Anjlok 11% - Wall Street dan Gedung Putih Jadi Sorotan
Namun, para pelaku pasar menaruh harapan pada proses pemungutan suaranya. Di platform Kalshi, volume taruhan sebesar $1,23 juta menunjukkan peluang hingga 88% bahwa Senat setidaknya akan melakukan voting sebelum tanggal 1 Oktober nanti. Menanggapi alotnya proses politik ini, CEO Coinbase Brian Armstrong menegaskan bahwa industri tidak akan diam menunggu. “Momentum teknologi ini terus tumbuh dengan atau tanpa kalender Kongres,” ujarnya.
Pekerjaan Rumah yang Menanti
Pengesahan CLARITY Act hanyalah salah satu bagian dari perdebatan regulasi yang lebih luas. Berbagai masalah mendasar masih menunggu jalan keluar. Hingga saat ini, aturan terkait imbal hasil stablecoin, operasional keuangan desentralisasi (DeFi), dan pedoman perlindungan konsumen masih belum menemukan titik terang.
Bahkan, ada ganjalan politik baru yang harus diselesaikan. Potensi benturan etika jika seorang presiden terlibat langsung dalam bisnis industri kripto juga menjadi isu yang belum tuntas dibahas oleh para pembuat kebijakan. Semua nama besar kini sudah duduk di satu meja - tapi solusi nyatanya belum tentu lahir dalam satu malam.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




