Payward, perusahaan induk di balik bursa kripto Kraken, melaporkan perolehan pendapatan yang disesuaikan sebesar $508 juta untuk kuartal kedua 2026. Angka ini menandai pertumbuhan 17% dari periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini bertolak belakang dengan volume transaksi total Kraken yang anjlok 13% dari tahun ke tahun menjadi $310 miliar. Penurunan pada aktivitas jual beli harian itu tidak menghentikan arus keuntungan operasional platform; bursa ini masih mencetak nilai EBITDA yang disesuaikan positif pada angka $23 juta untuk kuartal ini.
Kunci bertahannya finansial perusahaan ada pada pergeseran model bisnis yang menjauhi perdagangan spot. Pendapatan berbasis aset beserta aliran pendapatan non-transaksi kini menyumbang 60% dari total pendapatan Kraken. Angka ini naik menggeser posisi tahun lalu yang berada di 55%. Meningkatnya porsi layanan di luar kripto spot sejalan dengan bertambahnya pengguna berdana di dalam platform, di mana Kraken mencatat lonjakan akun aktif sebesar 42% menjadi 6,6 juta akun.
Keluar dari Jebakan Volume Kripto
Ketergantungan bursa pada minat transaksi koin selalu menjadi titik rentan, dan Kraken meresponsnya dengan ekspansi produk. Mereka mulai melakukan diversifikasi pasar dengan merambah ekuitas murni, layanan saham yang ditokenisasi, eksposur pra-IPO, hingga pasar berjangka atau futures. Semua layanan baru ini membutuhkan fondasi yang dibangun perlahan lewat jalur akuisisi dan kemitraan eksternal.
Pembangunan lini produk baru ini dimulai ketika Kraken mengakuisisi NinjaTrader pada Mei 2025. Setahun berikutnya, mereka menyerap Bitnomial untuk memperkokoh pijakan layanan non-kripto ini. Langkah peluasan ekosistem berlanjut lewat kesepakatan terbaru dengan Magic Labs untuk penyediaan infrastruktur dompet, melengkapi daftar perombakan bisnis perusahaan. Rangkaian manuver ini menjaga aliran uang bursa tetap berjalan optimal walau nasabah sedang mengurangi aktivitas transaksi mereka.
Pesan bagi Bursa Lain
Meski fokus pendapatan perusahaan bergeser ke layanan alternatif, Kraken mengklaim platformnya sanggup mengamankan dan merebut pangsa pasar spot selama tiga kuartal berturut-turut. Mereka kini menempati dua sisi pasar sekaligus: mendominasi lini spot yang sedang sepi sambil mengambil laba dari deretan produk barunya.
๐ Baca JugaGen Z Pindahkan 25% Volume Trading ke ETF Binance - Bukti Nyata Mereka Bukan Generasi Penjudi
Laporan dari kuartal kedua ini membuktikan bahwa umur sebuah bursa kripto besar tidak melulu ditentukan oleh ramainya perdagangan spot. Kehadiran produk-produk sampingan bisa menambal kerugian pendapatan saat tren transaksi memudar. Bagi bursa pesaing, langkah diversifikasi ini adalah bukti bahwa bergantung hanya pada biaya layanan transaksi spot bukanlah strategi aman untuk bertahan di tengah kelesuan pasar.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




