📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Trump Tolak Teken RUU Ini - Tapi Larangan 'Dolar Digital' Bakal Tetap Jadi UU Tengah Malam Nanti

Trump Tolak Teken RUU Ini - Tapi Larangan ‘Dolar Digital’ Bakal Tetap Jadi UU Tengah Malam Nanti

Presiden Donald Trump menyatakan pada Kamis bahwa ia tak akan menandatangani sebuah RUU perumahan bipartisan yang di dalamnya terselip larangan bertahun-tahun terhadap penerbitan mata uang digital bank sentral, alias CBDC. Namun ada kejutan konstitusional di baliknya: kecuali Trump secara aktif mem-veto legislasi itu sebelum tengah malam, RUU tersebut akan otomatis menjadi undang-undang.

Protes yang Tak Membatalkan Apa Pun

“Saya tidak akan menandatangani RUU perumahan itu,” tulis Trump di Truth Social, menyebut langkahnya sebagai bentuk “protes” atas kegagalan Senat meloloskan SAVE America Act - sebuah RUU kontroversial soal hak pilih yang sudah berbulan-bulan ia perjuangkan.

Masalahnya, penolakan Trump menandatangani tidak serta-merta membunuh RUU itu. Berdasarkan Konstitusi AS, sebuah RUU yang telah disahkan Kongres otomatis menjadi undang-undang setelah 10 hari tanpa tanda tangan presiden, selama Kongres masih bersidang. Tenggat itu jatuh pada akhir Jumat. Seandainya Trump benar-benar mengeluarkan veto resmi sebelum tengah malam, RUU itu akan kembali ke Kongres - dan di sana para legislator harus meloloskannya lagi dengan mayoritas dua pertiga di kedua kamar. Padahal RUU ini sebelumnya lolos Senat dengan 85 lawan 5 dan DPR 358 lawan 32, margin yang jauh melampaui ambang veto.

Kenapa Komunitas Kripto Ikut Menahan Napas

RUU bernama 21st Century ROAD to Housing Act ini sejatinya bertujuan mendorong pembangunan perumahan dan memangkas regulasi, termasuk membatasi kemampuan investor institusi memborong rumah tinggal. Tetapi awal tahun ini, para legislator menyisipkan satu pasal yang melarang Federal Reserve menerbitkan mata uang digital bank sentral sampai akhir 2030. Pasal itulah yang disambut hangat oleh para pegiat kripto dan privasi, yang selama ini khawatir dolar digital terbitan pemerintah bisa membuka pintu pengawasan negara atas setiap transaksi keuangan warga.

Federal Reserve sendiri terus meneliti teknologi CBDC, tetapi berulang kali menegaskan tak akan menerbitkannya tanpa restu Kongres.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Yang Perlu Ditunggu Sebelum Fajar

Drama ini bermuara pada satu pertanyaan sederhana namun menggantung: apakah Trump akan diam dan membiarkan larangan CBDC melenggang menjadi hukum, atau menariknya kembali lewat veto demi menekan Kongres soal isu lain? Apa pun pilihannya, bagi kubu kripto, jam demi jam menjelang tengah malam ini bisa menentukan nasib salah satu kemenangan regulasi yang paling mereka nanti.

Dilansir dari Decrypt, dengan pantauan tambahan @WatcherGuru di X.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share