๐Ÿ“… Selasa, 18 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
Trump Undang Bos Kripto ke Gedung Putih Rabu Ini - Saat Peluang Lolosnya CLARITY Act Tersisa 20%

Trump Undang Bos Kripto ke Gedung Putih Rabu Ini - Saat Peluang Lolosnya CLARITY Act Tersisa 20%

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Presiden Trump mengumpulkan para pemimpin industri kripto, pasar prediksi, dan kecerdasan buatan (AI) di Gedung Putih pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini mendatangkan barisan eksekutif papan atas: CEO Coinbase, Ripple, Gemini, Robinhood, Polymarket, hingga Kalshi dipastikan hadir. Mereka akan duduk satu meja dan berhadapan langsung dengan pimpinan lembaga keuangan tradisional pembentuk pasar, mulai dari CME Group, Nasdaq, Intercontinental Exchange, hingga DTCC.

Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) Mike Selig dijadwalkan hadir untuk mengikuti jalannya diskusi. Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga kemungkinan besar ikut bergabung melengkapi jajaran pejabat pemerintah yang mengawal pertemuan ini.

Namun karpet merah di Gedung Putih ini digelar bertepatan dengan lampu merah bagi regulasi di tingkat institusi dan parlemen.

Tekanan Ganda dari SEC dan CFTC

Pertemuan ini berlangsung di tengah kondisi kritis bagi ekosistem aset digital. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) baru saja menjatuhkan penundaan untuk aturan “innovation exemption” yang tadinya diharapkan memuluskan jalan bagi produk saham tokenisasi. Penahanan izin ini menambah hambatan baru bagi laju industri kripto menembus pasar saham tradisional.

Sementara itu, sehari setelah para CEO bertamu ke Gedung Putih, komite lain bersiap bersidang. Pada Kamis 20 Agustus, Komite Penasihat Inovasi CFTC akan menggelar pertemuan perdananya. Agenda utama mereka memuat sesi panel bertajuk “Crypto’s Regulatory Evolution: From Uncertainty to Clarity” - sebuah judul diskusi yang ironis mengingat ketidakpastian justru sedang menebal di Washington.

Terganjal Etika Pribadi Presiden

Sumber ketidakpastian terbesar berpusat pada nasib CLARITY Act, rancangan undang-undang terpenting tahun ini yang masih mandek di Senat. Beleid yang dirancang untuk memperjelas aturan aset digital ini justru tersandera oleh presiden. Nasib kelanjutan undang-undang ini kini bergantung penuh pada satu syarat: apakah Trump bersedia menerima pembatasan etika yang lebih ketat terkait keterlibatan kripto pribadinya.

Regulator Palsu Bermodal Logo ESMA Buru Jutaan Pengguna Kripto Eropa - Ini Modus Lengkapnya๐Ÿ“Œ Baca JugaRegulator Palsu Bermodal Logo ESMA Buru Jutaan Pengguna Kripto Eropa - Ini Modus Lengkapnya

Pasar prediksi menangkap pesimisme ini lewat angka nyata. Berdasarkan data taruhan di platform Polymarket per 17 Agustus 2026, peluang CLARITY Act disahkan menjadi undang-undang tahun ini terjun ke kisaran 20%. Angka ini berbanding terbalik dengan euforia awal tahun ketika probabilitas kelolosannya mendominasi di atas level 80%.

Membawa para CEO melintasi halaman Gedung Putih memang menciptakan tajuk berita, tapi tidak otomatis membersihkan meja legislasi. Selama konflik etika terkait aset pribadi presiden belum beres, RUU kripto ini tampaknya bakal terus diam di laci Senat - tak peduli seberapa banyak bos Wall Street dan Web3 yang diajak berdiskusi.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share