Per 8 September 2026, pembaruan BatchV1_1 di XRP Ledger baru mendapat dukungan dari 24 dari total 35 validator pada daftar Unique Node List (UNL) utama. Angka 68,57% ini masih kurang dari ambang batas aktivasi yang menetapkan syarat lebih dari 80%, atau minimal 29 suara. Jaringan masih membutuhkan lima persetujuan validator tambahan hanya untuk menyentuh batas awal penentuan.
Mendapat 29 suara pun baru langkah pembuka. Aturan XRP Ledger mewajibkan dukungan 80% itu bertahan terus-menerus selama 14 hari penuh. Jika satu validator saja menarik dukungannya di tengah jalan dan persentase turun dari batas minimal, penghitung waktu otomatis ditarik mundur ke nol. Karena syarat pembuka ini belum tercapai, berbagai laporan yang memprediksi aktivasi akan terjadi pada bulan September murni sebatas spekulasi.
Pengganti Kode yang Sempat Ditarik
Pembaruan BatchV1_1 adalah revisi dari amandemen Batch asli yang terpaksa dinonaktifkan pada bulan Februari lalu. Penarikan draf awal itu dilakukan setelah peneliti keamanan Pranamya Keshkamat bersama alat kecerdasan buatan Apex dari Cantina menemukan celah otorisasi kritis pada kodenya.
Celah keamanan lama itu membiarkan penyerang melewati sistem pemeriksaan dan mengirim transaksi tidak sah langsung dari dompet korban. Sistem lolos dari insiden fatal karena amandemen asli itu tidak pernah diaktifkan di jaringan utama, memastikan tidak ada satupun dana pengguna yang berisiko dicuri.
Empat Mode dalam Satu Bundel Transaksi
Jika kelak diaktifkan, BatchV1_1 mengizinkan sebuah akun membundel hingga delapan transaksi berbeda ke dalam satu operasi terkoordinasi. Fitur ini dilengkapi empat mode eksekusi bawaan: ‘all or nothing’, ‘only one’, ‘until failure’, dan ‘independent’.
Pembaruan membuka jalan bagi penggunaan tingkat lanjut yang efisien. Pengguna jaringan bisa mengeksekusi pertukaran token instan (atomic token swap), mencetak NFT dan langsung membuat penawaran jual di saat bersamaan, menggabungkan beban biaya platform, sampai mengatur aksi yang melibatkan beberapa akun sekaligus.
๐ Baca JugaCardano Rilis Node 11.1.1 Lebih Cepat - Pasang Target Hard Fork Dijkstra Paling Awal Desember 2026
Kendala Kesiapan Teknis Node
Kelambatan laju adopsi saat ini berakar pada syarat teknis wajib bagi para operator. Pengelola node harus lebih dulu memasang perangkat lunak pembaruan yang mendukung BatchV1_1 sebelum mereka bisa memberikan suaranya. Bersamaan dengan itu, operator server riwayat Clio juga dituntut melakukan pembaruan sistem ke versi 2.8.0 untuk menjaga sinkronisasi di sisa ekosistem.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




