๐Ÿ“… Senin, 7 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Hanwha Pilih Avalanche untuk Platform Sekuritas Tokenisasi - Langkah Curi Start Jelang Aturan Baru Korea 2027

Hanwha Pilih Avalanche untuk Platform Sekuritas Tokenisasi - Langkah Curi Start Jelang Aturan Baru Korea 2027

๐Ÿ“š Istilah di Artikel Ini:

Hanwha Investment & Securities dilaporkan telah merampungkan pembuatan platform sekuritas tokenisasi baru mereka. Sistem pendukung transaksi ini dibangun dengan mengandalkan perpaduan jaringan Avalanche dan Hyperledger Besu. Dalam proses pengembangannya, Hanwha menggandeng perusahaan blockchain FairSquare Lab. Kolaborasi antara kedua entitas ini telah berjalan sejak tahun 2025 lalu untuk memastikan kesiapan infrastruktur sedini mungkin.

Langkah penyelesaian platform terjadi mendahului amandemen hukum di negara itu. Korea Selatan dijadwalkan memberlakukan amandemen penting untuk Electronic Securities Act dan Capital Markets Act pada tanggal 4 Februari 2027. Perubahan aturan itu akan secara resmi mengakui buku besar terdistribusi sebagai register sekuritas yang sah. Selain itu, amandemen ini juga memperbolehkan peredaran sekuritas tokenisasi di dalam kerangka pasar modal yang ada saat ini.

Siapa Saja yang Boleh Masuk?

Korea Securities Depository (KSD) sebagai lembaga penyimpanan pusat juga tengah merancang infrastruktur utama mereka. Lembaga ini memastikan sistem yang mereka bangun akan sepenuhnya kompatibel dengan tiga jaringan penyokong utama, yaitu Avalanche, Hyperledger Besu, dan Hyperledger Fabric.

Meskipun berjalan di atas teknologi blockchain, sistem ini tidak akan terbuka untuk umum. Partisipasi di dalam jaringan yang saling terhubung ini akan dibatasi ketat. Akses hanya diberikan kepada institusi yang sudah mendapat persetujuan dari regulator. Pihak yang bisa masuk ke dalam ekosistem ini dipastikan terbatas pada perusahaan sekuritas terdaftar serta KSD sendiri.

Rekam Jejak dari Jepang

Permintaan langsung dari berbagai perusahaan keuangan di Korea Selatan menjadi faktor utama yang mendorong masuknya Avalanche ke dalam infrastruktur ini. Jaringan ini datang dengan portofolio yang sudah teruji di negara tetangga.

Avalanche sebelumnya telah digunakan oleh Progmat di Jepang untuk menjalankan platform sekuritas tokenisasi mereka. Saat proses migrasi jaringan dilakukan pada bulan Juli lalu, platform asal Jepang itu tercatat menangani aset pendasar senilai lebih dari 452 miliar yen.

Peta Jalan Tiga Tahap

Financial Services Commission Korea Selatan telah mengumumkan peta jalan implementasi aturan baru ini pada 4 September 2026. Rencana pelaksanaannya akan dibagi ke dalam tiga tahap terpisah. Aset yang masuk dalam cakupan aturan mencakup reksa dana pasar uang swasta, obligasi institusional, saham yang tidak terdaftar di bursa, hingga berbagai sekuritas fraksi.

Harmony Menyerah Perbaiki Jaringan Usai Dicetak 4 Miliar Token Palsu - Sisa Hidup ONE Berlanjut di Ethereum๐Ÿ“Œ Baca JugaHarmony Menyerah Perbaiki Jaringan Usai Dicetak 4 Miliar Token Palsu - Sisa Hidup ONE Berlanjut di Ethereum

Batas waktu Februari 2027 kini menjadi tenggat yang pasti. Hanwha telah menyusun infrastrukturnya lebih awal, mendahului pemain institusional lain yang harus segera mengejar ketertinggalan sebelum aturan pasar modal benar-benar beroperasi di atas buku besar terdistribusi.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: Harga XRP Terkoreksi ke $1,36 - Tapi Whale Justru Borong 380 Juta Keping Bersamaan dengan Rekor ETF


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share