Platform trading Uphold baru saja memangkas 85 orang karyawannya. Pemutusan hubungan kerja ini berdampak pada 17% dari total tenaga kerja global mereka, yang mencakup staf tetap dan karyawan kontraktor di berbagai wilayah.
Keputusan ini diambil sebagai respons atas lesunya aktivitas perdagangan kripto di kalangan investor ritel. CEO Uphold, Simon McLoughlin, menyebut langkah ini sebagai sebuah proses kalibrasi ulang. Selama beberapa tahun terakhir, Uphold mencatat pertumbuhan pesat hingga sempat menggandakan jumlah pegawainya.
Kini, sumber daya perusahaan dialihkan ke lini bisnis skala besar atau enterprise. Berbeda dengan segmen ritel yang sedang menurun, layanan untuk institusi ini tumbuh cepat. Melalui platform enterprise, Uphold menyediakan infrastruktur bagi bank, perusahaan fintech, serta broker-dealer untuk mengintegrasikan layanan perdagangan dan penitipan kripto ke dalam sistem mereka.
Meski merumahkan pekerjanya, McLoughlin menyatakan keyakinannya pada industri ini. Ia menyebut perlambatan saat ini tidak mengubah pandangan perusahaan terhadap prospek aset digital dan teknologi blockchain.
Kenapa Transaksi Ritel Melemah?
Peralihan fokus Uphold tak lepas dari kondisi pasar yang suram. Total kapitalisasi pasar kripto merosot ke angka $2,1 triliun pada akhir kuartal kedua 2026. Angka ini menandai penurunan selama tiga kuartal berturut-turut.
Volume perdagangan di pasar menipis. Partisipasi investor ritel melambat akibat tingginya suku bunga acuan dan ketidakpastian geopolitik. Di waktu yang sama, minat dari pemain institusi besar pun ikut merosot.
Produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih gabungan sebesar $6,9 miliar sepanjang bulan Mei dan Juni 2026. Penarikan modal skala besar ini menekan likuiditas pasar.
Bulan Juli mulai menunjukkan tanda pemulihan. Arus dana masuk ke ETF Bitcoin kembali positif, termasuk rekor beruntun selama enam hari. Sayangnya, aliran dana baru ini tergolong minim jika disandingkan dengan besarnya penarikan saat masa kejatuhan kemarin.
📌 Baca JugaVolume BitMart Tembus $1,6 Miliar - Tapi Uangnya Ternyata Eksodus Nasabah Sebelum Bursa Tutup Total
Lebih dari Sekadar Kripto
Uphold yang berbasis di New York ini berdiri sejak 2015 dengan ciri khas layanan satu akun multi-aset. Penggunanya bisa membeli, menjual, dan menyimpan kripto, uang fiat, ekuitas, hingga logam mulia tanpa berpindah platform.
Pihak perusahaan menegaskan langkah efisiensi ini tidak berujung pada penutupan operasional. Mereka tidak akan menutup cabang di Inggris maupun kantor internasional lainnya, dan rencana perluasan produk untuk 2026 tetap berjalan.
Aplikasi konsumen Uphold sedang disiapkan menjadi pendamping finansial lengkap. Produk baru yang direncanakan mencakup saham Amerika Serikat, sekuritas yang ditokenisasi, pinjaman berbasis aset, kartu kredit, hingga pasar prediksi. Mereka juga merancang fitur imbal hasil keuangan terdesentralisasi (DeFi), termasuk yang terhubung dengan jaringan XRP.
Tugas Uphold saat ini adalah merilis daftar panjang fitur baru itu dengan susunan tim yang lebih kecil. Bagi para pengguna, deretan produk inilah yang akan membuktikan apakah platform Uphold masih layak dipertahankan di tengah absennya tren naik pasar kripto.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




