Para trader kripto kehilangan posisi long senilai $571 juta hanya dalam 24 jam setelah Senat Amerika Serikat menolak CLARITY Act. Data CoinGlass mencatat angka likuidasi ini menjadi rekor harian tertinggi sejak 22 Agustus 2026.
Posisi short tercatat hanya menyumbang $100 juta dari total posisi yang tersapu. Selisih tajam ini memperlihatkan ketimpangan di pasar derivatif dan membuktikan bahwa mayoritas trader yakin rancangan undang-undang itu akan disahkan.
Ekspektasi pasar sebelumnya sempat mendorong harga Bitcoin dari kisaran $77.000 pada hari Senin hingga nyaris menyentuh $80.000. Namun begitu pemungutan suara Senat berakhir dengan angka tipis 49-50, pergerakan langsung berbalik arah. Bitcoin jatuh ke kisaran $75.700 - masih berada di dalam rentang normalnya, tapi merupakan penurunan tajam dari puncak mingguan.
Mekanisme Berantai Penurunan Harga
Tingginya nilai likuidasi bermula ketika kerugian akibat pergerakan harga mulai melampaui batas jaminan awal para trader. Bursa meresponsnya lewat sistem otomatis yang menutup posisi para trader seketika guna membatasi kerugian.
Aliran pesanan jual mendadak kemudian membanjiri pasar akibat mekanisme penutupan paksa. Tekanan ini mendorong harga turun lebih dalam dan menambah volatilitas, yang pada gilirannya memicu rantai likuidasi baru terhadap jaminan trader lain di level harga bawah.
Kandasnya CLARITY Act membawa konsekuensi tata kelola bagi industri di Amerika Serikat. Jalur legislasi permanen kini terhenti. Arah aturan main industri kripto kembali diserahkan kepada lembaga eksekutif, bertumpu pada Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Pertumbuhan di Sektor Ekuitas Tokenisasi
Ketika pasar derivatif merosot merespons penolakan Senat, sektor aset tokenisasi justru mencatatkan pertumbuhan. Laporan CoinDesk menyoroti produk Binance bStocks yang nilainya mencapai $118,5 juta dalam rentang waktu dua bulan.
๐ Baca JugaMinat Kripto Korea Selatan Melesat 95,7% Kalahkan 45 Negara - 50.000 Investor Tolak Pajak 22%
Pencapaian ini menempatkan Binance di urutan kedua sebagai penerbit produk ekuitas tokenisasi terbesar di pasar. Di saat yang sama, entitas ini juga menguasai sekitar 90% volume perdagangan aset ekuitas on-chain di seluruh bursa desentralisasi.
Kegagalan voting Senat memang memaksa para trader derivatif menanggung likuidasi ratusan juta dolar hari ini. Namun pertumbuhan volume bStocks menegaskan bahwa adopsi infrastruktur dasar kripto tetap berjalan, terlepas dari hasil akhir di parlemen.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




