Korea Selatan mencatat posisi sebagai negara dengan lonjakan minat pencarian online tertinggi untuk investasi saham dan kripto, mengalahkan lebih dari 45 negara lainnya. Studi terbaru yang diterbitkan oleh Coin Insider pada bulan September 2026 melaporkan adanya kenaikan volume pencarian sebesar 95,7% year-over-year. Riset ini menarik kesimpulan setelah membedah pergerakan data Google Trends sejak tahun 2025 hingga 2026, dengan pemantauan selama periode 13 minggu.
Tren pencarian tinggi ini tetap bertahan melampaui fase awal. Dalam pantauan empat minggu terbaru yang tercakup pada studi, minat publik Korea Selatan tercatat masih 51% lebih tinggi jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada tahun sebelumnya. Matriks pencarian ini mengukur tingkat ketertarikan publik melalui kata kunci, dan belum merepresentasikan lonjakan volume transaksi nyata atau pembukaan akun baru di bursa kripto.
Tabungan Domestik Siap Masuk ke Pasar
Data pencarian di internet mendapat dukungan kuat dari likuiditas keuangan warga setempat. Tingkat tabungan bruto (gross savings) Korea Selatan saat ini berada di angka 35,6% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Tumpukan tabungan yang besar ini menjadi sumber pasokan dana potensial yang sewaktu-waktu bisa beralih masuk ke berbagai ekosistem aset keuangan.
Sebagai gambaran, pasar investasi konvensional di negara itu memang sudah menyerap banyak modal. Nilai kapitalisasi pasar saham Korea Selatan kini telah mencapai level setara 147,2% dari PDB nasional. Skala pasar ekuitas yang jauh melampaui ukuran ekonomi riil negara ini sejalan dengan tingginya minat warga Korea Selatan terhadap instrumen penanaman modal yang terekam di mesin pencari.
Peringatan Leverage dari Bank Sentral
Bank of Korea ikut merespons tingginya aktivitas pasar lewat pengawasan yang lebih ketat. Laporan kebijakan moneter resmi bank sentral edisi September mengidentifikasi adanya risiko leverage yang berpusat pada produk investasi terkait saham Samsung Electronics dan SK Hynix. Peringatan ini muncul karena kedua saham teknologi itu menyumbang hampir separuh dari total aktivitas perdagangan terkait di bursa lokal.
50.000 Investor Menuntut Penundaan Pajak 22%
Di sisi lain, antusiasme warga untuk masuk ke pasar aset digital masih berbenturan dengan kebijakan yang sedang disusun otoritas pajak. Sebelumnya, sebanyak 50.000 investor kripto Korea Selatan telah bersatu melayangkan tuntutan agar pemerintah menunda rencana penerapan pajak kripto sebesar 22%. Para investor mengajukan argumen bahwa sistem infrastruktur perpajakan negara saat ini belum siap untuk mengakomodasi kompleksitas pelaporan industri kripto.
๐ Baca JugaETF Bitcoin AS Catat Arus Keluar $462,7 Juta Sepekan - Tapi Uangnya Bergeser ke Ethereum
Angka pencarian yang naik 95,7% dipadukan dengan ketersediaan tabungan 35,6% PDB membuktikan besarnya modal yang siap bergerak di masyarakat. Tarik-ulur antara kesiapan infrastruktur pajak dan minat investasi publik akan jadi penentu arah pergerakan dana segar itu ke depan. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Liquid Network Beku Usai 95% Cadangan Bitcoin Lenyap - Sementara Arus ETF Berbalik Jelang Rapat Fed
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




