Tiga perombakan besar sedang berada di tangan para validator Solana. Sejak 23 Agustus 2026, mereka mulai memberikan suara untuk tiga proposal tata kelola sekaligus, dengan batas waktu hingga akhir epoch 1023 atau sekitar pukul 15:30 UTC pada Kamis, 27 Agustus 2026. Keputusan ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan mandat untuk meratifikasi konstitusi jaringan, memotong jadwal inflasi token SOL, hingga merombak struktur biaya transaksi.
Harga SOL bergerak naik di tengah periode voting ini. Aset ini diperdagangkan di kisaran $94,27 pada 24 Agustus, mencatat kenaikan 1,8% dalam 24 jam. Bila ditarik lebih jauh, token ini membukukan lonjakan 25% dalam sepekan terakhir.
Memangkas Emisi 18,9 Juta SOL
Proposal yang paling menyedot perhatian adalah SGP-0002. Aturan baru ini bertujuan melipatgandakan laju disinflasi tahunan SOL dari 15% menjadi 30%. Dengan laju penurunan yang lebih tajam, jaringan bisa mencapai batas bawah inflasi 1,5% hanya dalam 2,8 tahun - memotong waktu tunggu dari estimasi awal 5,7 tahun.
Berdasarkan dokumen teknis SIMD-0550, percepatan disinflasi ini berpotensi menghemat penerbitan sekitar 18,9 juta SOL baru dalam enam tahun ke depan dibandingkan jadwal emisi saat ini.
Meski menjanjikan pasokan yang lebih ketat, rekam jejak menunjukkan bahwa mengubah laju inflasi butuh konsensus kuat. Pada Maret 2025, proposal untuk memangkas emisi hingga 80% gagal disahkan meski mengantongi 61,39% dukungan dari stake yang berpartisipasi.
Konstitusi Baru dan Pecahan Biaya
Di luar urusan pasokan token, komunitas juga dihadapkan pada SGP-0001, yakni langkah untuk meratifikasi Konstitusi Solana. Dokumen ini bertindak sebagai kerangka keputusan tingkat jaringan yang pada akhirnya akan menghidupkan sistem tata kelola on-chain bernama ‘svmgov’. Untuk lolos, proposal ini mensyaratkan partisipasi minimal sepertiga dari total stake sebagai kuorum, dan persetujuan dari dua pertiga stake yang ikut voting.
๐ Baca JugaHarga Zcash Sentuh Rekor 8 Tahun di $836 - Langkah Grayscale ke Wall Street Jadi Ujian Baru Regulasi Kripto
Proposal ketiga, SGP-0003, menyasar cara jaringan mengelola biaya dasar transaksi. Rencana ini memecah biaya menjadi dua porsi: ‘inclusion fee’ untuk block leader, dan ‘resource fee’ yang akan dibakar 100%. Proposal teknis pendampingnya, SIMD-0553, mematok inclusion fee di angka tetap 2.500 lamport per transaksi.
Apa yang Terjadi Setelah Voting Selesai?
Ketiga proposal ini membawa muatan besar, tapi hasil akhirnya baru berupa mandat politik. Seluruh perubahan inflasi maupun skema biaya masih memerlukan tahap implementasi teknis usai voting ditutup. Para partisipan punya waktu hingga Kamis sore untuk menentukan apakah arsitektur baru ini layak diteruskan atau justru ditolak.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




