Satu klik pada hasil pencarian teratas di Google berujung hilangnya uang senilai setengah juta dolar. Seorang pengguna platform Hyperliquid kehilangan sekitar 550.000 USDC pada 13 Agustus 2026 setelah tanpa sadar masuk ke situs palsu melalui tautan iklan berbayar Google. Firma keamanan blockchain Salus, yang menyelidiki aliran dana ini, menemukan pola yang jauh lebih besar dari sekadar phishing biasa. Infrastruktur penipuan ini ternyata terhubung langsung ke ekosistem Inferno, sebuah layanan drainer-as-a-service terorganisir yang menyewakan alat perampokan kripto kepada siapa saja yang bersedia membagi hasil curiannya.
Inferno tidak beroperasi seperti penjahat tunggal yang bekerja sendiri, melainkan lebih menyerupai perusahaan perangkat lunak. Layanan ini menawarkan paket peretasan lengkap mulai dari skrip berbahaya, penyediaan panel admin, hingga pembuatan perintah persetujuan dompet target. Mereka juga melayani penerapan kontrak sekali pakai. Begitu dompet korban terhubung, sistem Inferno langsung menguras aset, menarik dana melintasi berbagai jaringan, menukar token, dan mengonsolidasi semua hasilnya di satu tempat tanpa instruksi manual lanjutan.
Bagi Hasil Otomatis Lewat Kontrak Pintar
Salah satu fitur yang ditawarkan Inferno adalah pembagian pendapatan otomatis - hasil rampasan langsung dipotong dan didistribusikan ke berbagai pihak yang terlibat. Dalam kasus hilangnya dana pengguna Hyperliquid ini, total 550.019 USDC yang dikuras langsung dipecah menjadi tiga transfer. Alamat dompet 0x98b276 menerima bagian terbesar senilai kurang lebih 440.015 USDC, setara 80% dari total dana. Sisanya mengalir ke dompet 0x93b6B2 sebesar 82.503 USDC atau porsi 15%, dan ke dompet 0x6fE314 sebesar 27.501 USDC atau porsi 5%. Skema ini menunjukkan struktur pembagian komisi yang jelas antara penyedia infrastruktur Inferno dan penyewa jasa mereka yang memasang iklan.
Meski Google kemudian menangguhkan akun pengiklan yang menjalankan kampanye iklan Hyperliquid palsu itu, tindakan reaktif ini tidak bisa mengembalikan dana korban. Bagi sindikat Inferno sendiri, uang 550.000 USDC hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan operasi mereka yang terus memakan korban.
Jejak Panjang Kerugian $52 Juta
Layanan drainer Inferno sudah berkali-kali muncul dalam insiden peretasan besar. Salus mencatat infrastruktur mereka berada di balik pencurian senilai 55 juta DAI dari seorang pengguna Coinbase pada Agustus 2024. Mereka juga terkait eksploitasi protokol UXLINK senilai $43 juta pada bulan September 2025, serta pembajakan domain CoW.fi pada April 2026 yang berhasil menguras sekitar 316.000 USDC. Total, Salus mengkalkulasi kerugian yang terhubung ke infrastruktur Inferno mencapai sekitar $52,74 juta yang tersebar melintasi berbagai insiden phishing.
๐ Baca JugaDetektif Kripto ZachXBT Ancam Tolak Korban dari 7 Negara - Buntut ‘Pengalaman Terburuk’ Sepanjang Karier
Sebagai langkah mitigasi, Salus kini telah menyerahkan seluruh bukti, daftar alamat berisiko tinggi, dan intelijen ke berbagai organisasi terkait agar alamat-alamat peretas ini bisa dilabeli risikonya. Munculnya layanan siap pakai seperti Inferno menurunkan batas keahlian teknis yang dibutuhkan untuk mencuri kripto, mengubah peretasan menjadi model bisnis berlangganan. Selama iklan di mesin pencari masih rentan disusupi tautan palsu, pertahanan terakhir pengguna hanyalah mengecek ulang setiap huruf pada URL sebelum menyetujui transaksi apa pun.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




