📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Vitalik Buterin Tantang Elon Musk 'Rombak Total' X - Bukan buat Kripto, tapi buat Menjinakkan AI

Vitalik Buterin Tantang Elon Musk ‘Rombak Total’ X - Bukan buat Kripto, tapi buat Menjinakkan AI

Ketika salah satu pendiri Ethereum menulis surat terbuka untuk pemilik X, isinya ternyata bukan soal harga koin. Vitalik Buterin justru mendesak Elon Musk merombak total platform tersebut - menjadikannya tempat warga biasa bisa ikut mengoordinasikan tata kelola kecerdasan buatan global, alih-alih menyerahkan keputusan penting itu semata ke tangan pemerintah dan institusi raksasa.

Dalam untaian cuitan 11 Juli, Buterin menyapa Musk langsung. Kalau ia yang memegang kemudi platform itu, tulisnya, ia akan mendesain ulang X untuk membantu menemukan “kesepakatan menang-menang akbar” soal tata kelola AI - kesepakatan yang memberi lebih banyak orang pengaruh, bukan memusatkan kuasa pada segelintir pemerintah, perusahaan teknologi, dan lembaga terkemuka.

Kenapa Justru Sekarang

Proposal ini muncul persis saat perlombaan AI kian panas. SpaceXAI baru merilis Grok 4.5, sementara OpenAI meluncurkan GPT-5.6. Menjelang peluncuran publik Grok 4.5, Musk menjulukinya model “kelas Opus” yang lebih cepat, lebih hemat token, dan lebih murah. Buterin sendiri memuji sistem Community Notes dan pasar prediksi (prediction market) di X sebagai dua teknologi sosial terpenting untuk memperbaiki pengetahuan publik - meski ia juga mengingatkan platform yang sama bisa berubah jadi alat pelecehan terkoordinasi bila insentifnya salah arah.

Tiga Syarat untuk ‘Menekan Rem’

Yang paling menggigit, Buterin memaparkan apa yang ia lihat sebagai perdebatan terbesar soal AI. Satu kubu percaya kecerdasan super buatan bisa muncul sekitar 2040 kecuali pengembangannya melambat drastis; kubu lain menganggapnya kelanjutan biasa dari kemajuan teknologi dan menampik peringatan soal risiko eksistensial. Meski mengaku tak yakin soal linimasa, Buterin mendukung penetapan syarat-syarat konkret yang bisa menekan rem pengembangan AI untuk sementara. Contohnya: kemunculan super-pandemi, angka pengangguran menembus 25%, atau drone mematikan otonom yang mulai digelar luas.

Balaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki📌 Baca JugaBalaji Srinivasan Ancam Angkat Kaki dari Malaysia - Tahan Investasi $122 Juta Usai Komunitasnya Diselidiki

Di sinilah kripto masuk. Bagi pasar aset digital, gagasan Buterin menunjuk pada peran yang lebih besar untuk infrastruktur terdesentralisasi. Pasar prediksi bisa dipakai memverifikasi apakah ‘pemicu’ yang disepakati benar-benar terjadi, sementara teknologi zero-knowledge dan sistem tata kelola on-chain bisa kebagian sorotan bila institusi mulai mengadopsi pengambilan keputusan yang lebih transparan. Menariknya, Buterin berhenti sebelum menyerukan regulasi AI baru - ia justru menawarkan kerangka koordinasi antar-pihak yang berbeda pandangan. Sebuah usulan yang, seperti biasa, memaksa kita memikirkan ulang untuk apa sebenarnya teknologi ini dibangun.

Dilansir dari Crypto.news.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share