Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $77.000 pada 11 September 2026, menyentuh titik terendah di level $76.563 sebelum membukukan sedikit pemulihan intraday. Angka itu membawa koin paling mahal sejagat ini tepat ke batas pengujian 50-week EMA. Saat ini, pergerakan harga tertahan di bawah garis 20-day SMA yang melintang di titik $78.601. Penutupan harga harian di bawah level itu memastikan kendali pasar sepenuhnya berpindah ke tangan kelompok penjual.
Analis pasar Ted Pillows menyusun draf skenario penurunan kalau batas pertahanan mingguan jebol. Penutupan sesi di bawah garis 50-week EMA berpotensi menekan Bitcoin tergelincir ke rentang $72.000 hingga $74.000. Untuk menahan tarikan ke bawah, Bitcoin menumpukan kekuatan pada dinding support kunci yang terbentang dari kisaran $76.000 sampai $76.500.
Posisi Jual Masih Mendominasi
Di pasar berjangka, pergerakan tren lambat ini melahirkan tumpukan taruhan turun. Pengamat pasar Daan Crypto Trades menjabarkan bahwa posisi short yang mulai ditarik sejak level harga $78.000 masih mendatangkan keuntungan. Gelombang penjualan searah ini perlahan menyeret indikator funding rate masuk ke wilayah negatif.
Angka metrik yang berada di bawah nol membawa konsekuensi tagihan bagi para pelakunya. Dalam instrumen futures perpetual, aturan funding rate negatif berarti kalangan trader pemegang kontrak short dituntut menyetor biaya pendanaan kepada para trader di posisi long.
Di sela cengkeraman penjual, ada sinyal kelelahan awal yang muncul dari indikator teknikal. Garis RSI 4-jam sudah merosot ke batas 34,25, berjarak tipis dari garis jenuh jual di level 30. Andai arah harga memutar balik dari level ini, peta likuiditas mencatat pesanan kumpul bersusun di sekitar angka $80.000 dan $80.600.
Obligasi AS Tarik Likuiditas Kripto
Beban Bitcoin saat ini menjalar melampaui hitungan garis teknikal. Dinamika makroekonomi global ikut melepas pukulan telak ke keranjang aset berisiko. Pertama, minyak mentah Brent terus merangkak di atas $100 per barel buntut kemelut konflik di Timur Tengah, bahkan sempat memuncak mendekati $110 pada pekan ini.
Faktor lain datang langsung dari meja kasir Departemen Keuangan Amerika Serikat. Angka imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10-tahun merangkak naik menyentuh kisaran 5%. Lonjakan hasil aset aman ini dipicu aktivitas bendahara AS memborong kembali surat utang jangka panjang senilai total $5,2 miliar.
๐ Baca JugaProyeksi Inflasi AS Tertahan di 3,4% - Kenaikan Bensin dan Tarif Bayangi Pasar Kripto
Arah peta jalan lanjutan akan mengandalkan panduan laporan resmi pertengahan bulan. Angka inflasi CPI AS dan jadwal putusan rapat The Fed pada 15-16 September bertindak menjadi penentu tren selanjutnya. Bagi spekulan jangka pendek, jadwal rilis dua variabel makro itu merupakan alarm kalender soal durasi penahanan posisi, sebelum uang besar turun menabrak arah pasar hari ini.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bitcoin Anjlok ke Bawah $78.000 - Rekor Obligasi AS Sejak 2007 Bikin Pasar Menahan Napas
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




