Pasar derivatif kembali mengalami hari yang keras. Hampir $113 juta posisi leveraged tersapu dalam kurun waktu 24 jam. Merujuk laporan @Cointelegraph di X yang memantik 95 interaksi suka dan 13 retweet, angka likuidasi ini mencakup kerugian dari berbagai aset kripto.
Dari total nilai penutupan paksa itu, kubu pembeli yang bertaruh harga akan naik menjadi pihak yang paling banyak menyumbang kerugian. Data CryptoRank yang dikutip dalam baris utama Google News merinci bahwa $82 juta di antaranya murni berasal dari posisi long Bitcoin. Likuidasi yang terpusat di sisi long ini menjadi bukti bahwa banyak trader masuk untuk menangkap potensi kenaikan pasar, namun mereka tersapu bersih begitu koreksi harga datang.
Kenapa Holder Lama Memilih Diam
Apa yang terjadi pada akun trader derivatif ini berlawanan dengan keputusan para pemain lama. Rentetan likuidasi yang membersihkan modal trader jangka pendek justru terjadi bersamaan dengan pola pergerakan dormant koin Bitcoin. Kelompok pemegang aset jangka panjang terlihat mengurangi tingkat distribusi koin mereka ke pasar terbuka.
Metrik on-chain mengonfirmasi hal ini lewat data coin days destroyed - sebuah indikator yang mengukur seberapa sering koin berumur tua dipindahtangankan. Metrik ini jatuh ke level terendahnya sejak kuartal ketiga 2022. Fakta ini menegaskan bahwa saat spekulan margin tersapu koreksi, para holder veteran memilih menahan diri dari menekan tombol jual. Sebagai pijakan harga, Bitcoin pada 24 Juli diperdagangkan di sekitar level $64.463, yang letaknya masih di bawah titik rata-rata harga beli entitas Strategy.
Dua Arah yang Saling Tarik
Kondisi harga saat ini terjebak di antara dua arus sentimen yang berlawanan arah. Dorongan beli datang dari sisi legislasi, di mana Bitcoin dan Ethereum dilaporkan sempat melambung merespons kemajuan rancangan CLARITY Act yang mulai mendekati tahap pemungutan suara. Prospek aturan main yang pasti inilah yang memotivasi pembeli untuk memompa masuk posisi long.
📌 Baca JugaUpbit Buka Perdagangan KRW untuk Dua Token DeFi - EUL Melompat 74%, MORPHO Cuma Naik 1,5%
Namun, sentimen positif ini tertahan oleh ancaman pengetatan moneter. Potensi kebijakan kenaikan suku bunga dari The Fed tetap menekan dan memunculkan pertanyaan besar tentang seberapa lama reli ini sanggup bertahan. Pertarungan dua narasi inilah yang memancing trader menaruh posisi leverage berisiko, sebelum kemudian dihempaskan oleh ayunan harga sesaat.
Selama arah suku bunga belum terjawab, setiap taruhan leverage akan terus menanggung risiko volatilitas yang tinggi. Dilansir dari @Cointelegraph di X.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




