Bursa kripto mungkin sibuk dengan transaksi harian, tapi koin-koin tertua justru tidak ke mana-mana. Pergerakan Bitcoin dormant atau koin yang sudah lama tertidur pada kuartal kedua 2026 anjlok ke level terendah sejak kuartal ketiga 2022. Laporan dari kepala riset Galaxy Alex Thorn menggarisbawahi temuan ini, membuktikan bahwa pemegang jangka panjang mulai mengerem laju penjualan asetnya. Siklus distribusi meluas yang terjadi sepanjang 2024 hingga 2025 terlihat mulai menemui titik akhir. Dengan Bitcoin yang kini diperdagangkan di sekitar $64.463, para pemain veteran mengambil sikap seragam untuk menahan koin mereka alih-alih melemparnya ke bursa terbuka.
Temuan ini sejalan dengan metrik coin days destroyed yang ikut menukik tajam. Indikator analitik ini dirancang untuk memberi bobot perhitungan lebih besar setiap kali koin berusia tua berpindah tangan. Saat kurvanya melandai di titik bawah, angka itu menjadi bukti matematis bahwa minim sekali investor awal yang mencairkan dananya. Mereka sudah menuntaskan tahapan ambil untung masa lalu dan kini memilih mengunci rapat sisa simpanan Bitcoin di dompet masing-masing.
Siklus Ambil Untung ala 2017
Menurut analisis Thorn, pergerakan musiman koin tua ini bukanlah anomali, melainkan bagian dari siklus pasar yang berulang. Ia mengingatkan bahwa lonjakan aktivitas koin tidur pada periode-periode sebelumnya didorong langsung oleh gelombang ambil untung dari pemain lama. Pola bongkar muatan koin usia tua itu punya kemiripan struktural dengan perilaku pasar bullish Bitcoin pada 2017 lalu. Para pemegang koin veteran paham membaca siklus, tahu kapan harus merilis kepingan mereka ke pasar, dan sadar kapan harus berhenti menjual.
Dalam catatan sejarah pergerakan harga kripto, melambatnya pergerakan koin dormant selalu punya korelasi searah dengan sentimen mayoritas pemegang aset. Angka yang menyusut ke batas minimum ini muncul tepat saat para pemodal memilih menahan posisi. Menolak mendistribusikan Bitcoin di tengah fluktuasi jangka pendek adalah keputusan rasional yang muncul dari ekspektasi atas target nilai yang lebih tinggi.
Fase Akumulasi Mulai Mengambil Alih
Data kuartal kedua dari Galaxy membawa sudut pandang berbeda dari sekadar gejolak harian. Saat pasar derivatif baru saja melihat posisi long Bitcoin senilai $82 juta tersapu bersih, para pemegang veteran tetap bergeming tanpa menambah tekanan jual. Kontras antara kepanikan di barisan likuidasi dengan ketenangan pemain lama menegaskan daya tahan kelompok pemegang koin jangka panjang.
📌 Baca JugaPosisi Long Bitcoin Tersapu $82 Juta - Tapi Anehnya Holder Veteran Justru Berhenti Menjual
Terhentinya keran distribusi koin tua ini punya imbas nyata bagi likuiditas di bursa. Seretnya pasokan Bitcoin dari kelompok penyimpan aset panjang berfungsi sebagai tanda awal berjalannya fase akumulasi. Menumpuknya koin di dompet-dompet dingin ini merupakan fondasi awal yang wajib ada sebelum harga membangun pijakan menuju rentang target selanjutnya.
Bagi pengamat pergerakan on-chain, sepinya lalu lintas koin tidur menyiratkan manuver dari pemain tak kasat mata. Saat kelompok investor paling berpengalaman mulai menutup rapat brankas mereka, pasar mungkin sedang bersiap menyambut fase yang sama sekali baru. Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




