ETF Bitcoin spot Amerika Serikat menyedot arus masuk bersih $853,5 juta hanya dalam lima sesi perdagangan pertama bulan Agustus. Angka ini hampir berlipat lima dari total dana yang terkumpul sepanjang Juli, yang tercatat berhenti pada angka $172,4 juta.
Data dari SoSoValue memperlihatkan rincian harian dari tren pembelian ini. Pada tanggal 3 Agustus, produk ETF mencetak arus masuk $170,1 juta, lalu lajunya bertambah menjadi $211,5 juta keesokan harinya. Dari keseluruhan modal baru yang masuk, ETF IBIT terbitan BlackRock mengambil porsi terbesar dengan menyumbang sekitar $693 juta. Dominasi ini mewakili 81% dari keseluruhan tangkapan kategori ETF Bitcoin di pasar Amerika Serikat awal bulan ini.
Kontras Modal Institusi dan Harga Spot
Suntikan modal mendekati satu miliar dolar ini ternyata belum cukup menggerakkan harga di pasar terbuka. Bitcoin masih tertahan di bawah batas $65.000. Permintaan yang datang lewat produk ETF memang terbukti membantu menahan aset ini supaya tidak jatuh lebih dalam dari area $64.000, tetapi pembeli ritel belum mendapat konfirmasi penembusan harga ke atas.
Aliran dana dari Wall Street juga memilah target dengan tegas. ETF Ethereum spot AS menangkap modal $244,9 juta antara tanggal 3 hingga 7 Agustus. Permintaan ini menyokong Ethereum untuk terus bertahan di atas $1.900, selangkah lebih dekat menuju level psikologis $2.000. Jika digabung, dua aset terbesar ini menyedot likuiditas ETF senilai $1,1 miliar dalam waktu satu minggu saja. Di sisi lain, instrumen produk kripto berkapitalisasi kecil bernama HYPE nyaris tidak disentuh pasar, hanya mencatatkan masuknya uang senilai $1 juta pada 5 Agustus dan bertambah sedikit menjadi $2,84 juta pada 6 Agustus.
Dua Arah yang Berlawanan
Besarnya minat institusi yang gagal mengangkat harga dengan cepat ini menghasilkan dua analisis berbeda. Pendiri Nansen, Alex Svanevik, mengambil sikap optimis bahwa Bitcoin tak akan pernah turun lagi hingga ke bawah $60.000. Svanevik bersandar pada teori bahwa nilai aset ini akan terus dicari sebagai pelindung dari kebijakan bank sentral yang memperluas cetak uang dan ekspansi moneter.
Pandangan itu langsung mendapat pertentangan. Analis Michael Terpin malah mengingatkan investor akan risiko koreksi tajam. Terpin memprediksi Bitcoin punya potensi turun sebesar 66% jika kelak menyentuh level tertinggi baru yang diproyeksikan pada angka $126.100 pada bulan Oktober 2025. Bila skenario pesimis ini terwujud, harga dapat turun kembali menyentuh level $40.000-an.
📌 Baca JugaGalaxy Digital Pindah 1.346 BTC ke Dompet Baru - Tapi Fokus Pasar Terbelah ke Whale ETH yang Menyerah Rugi $19 Juta
Uang besar sudah menetapkan pilihan mereka melalui jalur resmi, sementara pasar spot masih berjuang menembus titik penahan harga. Terbukanya keran institusi jelas memperkuat lantai bawah kripto, tetapi tak serta-merta meniup harga terbang lurus menembus angka baru.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




