BIP-110 resmi memasuki fase mandatory signaling di blok 961.632 pada Sabtu sekitar pukul 19:35 UTC. Angka dukungannya menciut: hanya 51 dari 2.016 blok sebelumnya (2,53%) yang menyalakan sinyal, jauh di bawah ambang batas 55% untuk aktivasi awal.
Proposal bernama Reduced Data Temporary Softfork ini dirancang untuk membatasi ukuran data yang masuk ke jaringan. Aturan yang berlaku sekitar satu tahun ini akan menekan skrip output baru maksimal 34 byte, OP_RETURN 83 byte, dan membatasi berbagai elemen Taproot. Tujuannya satu: mencegah inscription dan data non-moneter membebani operator node.
Langkah ini meniru pendekatan User Activated Soft Fork (UASF) pada era SegWit 2017, bergantung pada kemauan operator node ketimbang penambang. Beberapa node yang memaksakan BIP-110 sudah mulai menolak blok tanpa sinyal. Hasilnya, cabang minoritas BIP-110 sempat muncul namun langsung tertinggal jauh dari rantai dominan. Michael Saylor dari MicroStrategy dan CEO Blockstream Adam Back menentang keras proposal ini karena membawa risiko perpecahan jaringan (chain split) dan sensor.
Ancaman Nyata di Balik Koin Baru
Jendela sinyal ini masih akan berlangsung hingga blok 963.647 atau sekitar empat minggu ke depan. Jika jadwal berjalan, lock-in terjadi di blok 963.648 dan aturan transaksi baru aktif di blok 965.664 pada awal September. Namun jika penambang terus menolak, pengembang Chris Guida sudah menyiapkan kode fallback proof-of-work change dari Luke Dashjr sebagai antisipasi.
Risiko terbesarnya bukan pada debat pengembang, melainkan pada dompet pengguna. Jika perpecahan jaringan benar-benar terjadi, pemegang 10 BTC sebelum fork akan menguasai 10 koin di masing-masing rantai. Developer Kevin Loaec memberi peringatan keras: menjual koin dari fork BIP-110 sebelum melakukan proses coin splitting bisa berujung pada replay attack.
Satu transaksi bisa dianggap sah di dua rantai sekaligus. Pembeli koin BIP-110 bisa menyiarkan transaksi yang sama ke mainnet dan ikut mengambil BTC asli dari dompet penjual. Pemegang aset dalam jumlah besar menjadi target utama serangan ini karena nilai pengembaliannya sepadan dengan usaha peretas.
📌 Baca JugaBitwise Proyeksi Triliunan Dolar Institusi Masuk Bitcoin Dekade Ini - dan Kenapa Pembeli Terbesarnya Bakal Mengerem
Langkah Aman Bagi Pemegang BTC
Hingga badai ini reda, solusi paling aman adalah diam. Jangan pindahkan atau transaksikan koin sampai ada panduan teknis yang jelas dari penyedia dompet kripto, bursa, maupun komunitas penambang. Jika memang harus bertransaksi, pastikan untuk memisahkan koin di kedua rantai secara mandiri terlebih dahulu.
Di luar masalah teknis, implikasi hukumnya juga masih menggantung. Pertanyaan soal pajak dan pencatatan aset di Amerika Serikat akan menjadi masalah baru jika koin dari rantai minoritas ini ternyata memiliki nilai pasar yang nyata.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




