Harga XRP merangkak naik 4,1-4,6% dalam rentang waktu 24 jam menuju kisaran $1,13. Pergerakan ini diiringi volume transaksi perdagangan yang menyentuh $1,27 miliar berdasarkan catatan data crypto.news dan CoinGecko. Kenaikan harga ini sejalan dengan deretan sinyal hijau dari indikator teknikal dan indikator aliran modal institusi.
Analis kripto Ali Martinez melihat adanya potensi penguatan lanjutan dari dua sudut pandang berbeda. Pada grafik rentang bulanan, indikator pergerakan harga XRP kini memancarkan sinyal beli TD Sequential. Sementara pada grafik per jam, pergerakan harga membentuk pola pemadatan atau price compression di dalam bingkai symmetrical triangle.
Kombinasi pola teknikal ini membuka peluang reli bila level rintangan terdekat bisa dilewati. Menurut hitungan Martinez, penembusan garis nilai $1,13 berpeluang memicu rentetan reli 20% menuju titik sasaran $1,35.
Peluang kenaikan harga ini sejalan dengan data indikator Balance of Power yang menginjak batas 0,86. Posisi indikator ini menjadi tanda adanya dorongan beli kuat dari pelaku pasar yang mewarnai pembentukan candle transaksi terbaru.
Arus Masuk Dana Institusi
Di luar grafik harga, arus dana tebal dari kalangan institusi terus mengalir ke kantong investasi. Rangkaian produk ETF XRP di pasar modal Amerika Serikat mencatat tambahan dana $6,78 juta dalam sepekan terakhir. Tambahan uang baru ini mengangkat total kepemilikan aset pada produk ETF teregulasi menjadi 971 juta keping XRP.
Penyerapan aset dari pasar bebas ini merupakan bagian dari manuver besar yang berlangsung sepanjang tahun. Sejak bulan-bulan awal 2026, deretan ETF XRP telah menyedot hampir 1 miliar token. Imbas langsung dari pembelian besar ini terlihat pada tingkat pasokan, di mana sisa cadangan koin di bursa melorot menuju titik terendah dalam rentang beberapa tahun ke belakang.
Meski gelombang permintaan dari penyelenggara ETF bergulir tanpa jeda, koin ini nyatanya masih berdiam jauh di bawah rekor harga puncak Juli 2025. Perbedaan mencolok antara tingkat serapan institusi dan posisi harga di papan bursa menunjukkan adanya beban teknikal masa lalu yang membandel.
📌 Baca JugaArthur Hayes dan Barisan Whale Borong Jutaan Dolar Ethereum - Sementara Pemain ICO 11 Tahun Bawa Pulang Return 6.113x
Kenapa Ancaman Turun Masih Membayangi
Di tengah rentetan sinyal beli harian, analis bernama ChartNerd mengingatkan sisa beban di struktur harga. Data dari sudut pandang makro memperlihatkan XRP masih terjebak di pusaran tren turun jangka panjang. Lingkungan pasar ini tercipta akibat terbentuknya pola silang turun antara garis Exponential Moving Average (EMA) 20-minggu dan 50-minggu pada awal tahun 2026.
Kubu pembeli memikul tanggung jawab besar untuk membuktikan kekuatan dorongannya dan memastikan konfirmasi pembalikan tren harga harian. Tantangan paling berat menghadang di zona blokade $1,24 hingga $1,28. Area rintangan ini bertindak ganda sebagai batas atap pola descending channel sekaligus titik kumpul garis moving average penentu arah.
Selama tembok penahan ini belum roboh, ancaman koreksi harga tetap mengintai. Kalau dorongan beli kehabisan napas mendobrak batas ini, harga mata uang digital ini berisiko meluncur turun untuk menguji lapisan penahan harga di kisaran $1,02 sampai $1,06.
Indikator awal pergerakan harga boleh menyala hijau, namun rintangan sesungguhnya baru terbentang.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




