Shinhan Card asal Korea Selatan dan grup SBI asal Jepang menguji coba pembayaran berbasis stablecoin berdenominasi yen. Kesepakatan yang diteken pada Selasa (20 Oktober 2026) dan diumumkan Rabu ini melibatkan dua anak usaha SBI, yakni SBI VC Trade dan SBI XDC Network APAC. Kerja sama ini dirancang untuk mengintegrasikan mata uang digital stabil ke dalam transaksi belanja harian.
Fokus kemitraan ini menghubungkan kartu belanja konvensional dengan infrastruktur aset digital langsung di tingkat konsumen.
Tiga Jalur Transaksi dalam Satu Pengujian
Ruang lingkup pengujian mencakup tiga aspek utama. Pertama, pembayaran kartu belanja dengan saldo stablecoin. Kedua, transfer saldo langsung antar-dompet. Ketiga, penyelesaian transaksi perdagangan lintas negara untuk kebutuhan bisnis kedua wilayah.
Selama pengujian berlangsung, Shinhan Card dan SBI mengevaluasi keandalan perlindungan konsumen. Evaluasi ini mencakup kepatuhan anti-pencucian uang (AML) serta efektivitas sistem deteksi kecurangan saat transaksi diproses, memastikan keamanan sistem sebelum diperluas ke publik.
Kenapa Koridor Wisatawan Jadi Sasaran Utama
Koridor pariwisata bilateral menjadi target utama inisiatif ini. Data delapan bulan pertama 2026 mencatat lebih dari 10 juta kunjungan wisatawan melintasi perbatasan Korea Selatan dan Jepang, menciptakan volume transaksi belanja ritel yang tinggi setiap hari.
Dari pergerakan itu, wisatawan Korea Selatan menjadi kelompok terbesar dengan 7,42 juta kedatangan ke Jepang. Pada periode yang sama, sebanyak 2,7 juta pelancong Jepang berkunjung ke Korea Selatan. Pembayaran stablecoin yen disiapkan untuk belanja turis di gerai ritel tanpa proses penukaran valuta asing yang rumit.
Rekam Jejak Regulasi dan Pengalaman Teknis
Shinhan Card sendiri membawa bekal teknis dari pengujian sebelumnya. Perusahaan kartu asal Korea Selatan ini menuntaskan uji coba konsep sistem pembayaran dan kliring stablecoin lintas batas pada April 2026, yang kini dilanjutkan ke tahap implementasi bersama mitra Jepang.
Di Tokyo, SBI VC Trade memegang status legal penting sejak terdaftar resmi pada Maret 2025 sebagai penyedia layanan instrumen pembayaran elektronik pertama di Jepang. Izin itu memungkinkan SBI VC Trade mengelola stablecoin resmi seperti USDC, sekaligus menjadi pijakan regulasi dalam memproses stablecoin yen bersama Shinhan Card.
๐ Baca JugaTether Masuk Putaran $1,5 Miliar Tenstorrent - Valuasi Produsen Chip AI Capai $6,2 Miliar
Bagi jutaan pelancong di rute Seoul-Tokyo, pengujian ini menjadi sinyal awal pembayaran belanja luar negeri tanpa ketergantungan penuh pada perbankan valas tradisional. Kesiapan sistem deteksi kecurangan dan perlindungan konsumen di lapangan akan menentukan apakah kartu stablecoin ini siap dipakai di meja kasir kedua negara.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Pasokan Stablecoin Cuma Naik 0,4% di 2026 - Tapi Nilai Pembayarannya Tembus $482 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




