๐Ÿ“… Senin, 26 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
22 Perusahaan Tolak Sahamnya Ditokenisasi OKX dan Pemilik NYSE - Tapi Efek Hukumnya Belum Jelas

22 Perusahaan Tolak Sahamnya Ditokenisasi OKX dan Pemilik NYSE - Tapi Efek Hukumnya Belum Jelas

Daftar penolakan terhadap bursa saham tokenisasi besutan OKX dan pemilik New York Stock Exchange terus bertambah. Hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 22 perusahaan mengajukan keberatan resmi atas rencana perdagangan saham tokenisasi di platform OKX-ICE TSV. Jumlah itu melonjak dibanding 19 Oktober saat daftar baru memuat 16 perusahaan, serta 15 Oktober yang baru mencatat 9 penolakan.

Enam emiten baru masuk dalam barisan penolakan: Wells Fargo, Cisco Systems, Marvell Technology, Arm Holdings, Moderna, dan Intuit. Nama-nama itu menyusul sederet korporasi besar yang sudah lebih dulu menolak, seperti Microsoft, Alphabet, Goldman Sachs, Verizon, Broadcom, dan UnitedHealth Group.

Meski gelombang penolakan meluas, tidak ada satu pun pemberitahuan yang membeberkan alasan keberatan emiten. Dokumen resmi itu juga tidak menerangkan apakah penolakan ini memiliki dampak hukum untuk menghentikan perdagangan saham terkait di platform, atau justru transaksi tetap bisa berjalan.

Bank Besar dan Produsen Cip Ikut Menolak

Bergabungnya Wells Fargo menjadikan lembaga itu bank besar Amerika Serikat kedua yang menolak setelah Goldman Sachs. Di sektor semikonduktor dan perangkat jaringan, masuknya Arm, Cisco, serta Marvell memperberat bobot penolakan industri teknologi yang sebelumnya telah disuarakan oleh Microsoft, Broadcom, dan Qualcomm.

Platform yang ditolak ini merupakan usaha patungan 50-50 antara Intercontinental Exchange (ICE) - pemilik New York Stock Exchange - dan perusahaan holding AS milik OKX. Wadah bernama OKX-ICE TSV (tokenized stock venue) ini beroperasi mengandalkan skema pengecualian inovasi dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang diumumkan pada September 2026, tak lama setelah rancangan undang-undang Clarity Act gagal melenggang di Senat.

Perdagangan 24 Jam Tanpa Penghenti Otomatis

OKX-ICE TSV berencana memfasilitasi pengguna yang disetujui untuk memperdagangkan saham AS versi tokenisasi selama 24 jam sehari dan 7 hari sepekan. Seluruh transaksi dijadwalkan mengalir melalui pool likuiditas Uniswap v4 di atas jaringan blockchain XLayer milik OKX, dengan pasangan stablecoin seperti USDC.

Di balik skema transaksi tanpa henti itu, tata kelola teknis platform memiliki sejumlah catatan. Sistem perdagangan tidak menggunakan mekanisme penghenti otomatis atau circuit breaker yang lazim di bursa saham reguler untuk meredam ayunan harga ekstrem. Di samping itu, smart contract yang bertugas menyaring siapa saja yang berhak bertransaksi hanya diperiksa melalui audit internal perusahaan, tanpa keterlibatan auditor luar independen.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh bursa pesaing. Nasdaq, yang telah mengantongi lampu hijau dari SEC untuk proyek percontohan tokenisasi mandiri, menyatakan memilih keluar (opt-out) dan menarik sahamnya agar tidak diperdagangkan di bawah skema pengecualian inovasi itu.

OKX dan Induk NYSE Rancang Tokenisasi 62 Saham AS - Tapi 22 Emiten Justru Ajukan Keberatan Resmi๐Ÿ“Œ Baca JugaOKX dan Induk NYSE Rancang Tokenisasi 62 Saham AS - Tapi 22 Emiten Justru Ajukan Keberatan Resmi

Riset terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebenarnya menemukan adanya permintaan nyata terhadap perdagangan saham tokenisasi, terutama di luar jam operasional bursa tradisional. Namun, IMF mengingatkan bahwa pasar saham tokenisasi masih berfluktuasi tinggi dan rawan menghadapi likuiditas rendah.

Bagi pelaku pasar yang memantau perdagangan saham di jalur blockchain, ketiadaan mekanisme circuit breaker dan audit kontrak yang tertutup menuntut kehati-hatian. Fleksibilitas transaksi sepanjang waktu tetap membawa risiko likuiditas tipis saat dinamika pasar bergerak cepat.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: OKX dan Induk NYSE Rancang Tokenisasi 62 Saham AS - Tapi 22 Emiten Justru Ajukan Keberatan Resmi


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share