📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
3 Tahun Cuma Wacana, Inggris Akhirnya Serius Soal Kripto - Batas Simpanan Stablecoin Dihapus, Aturan Baru Digelar

3 Tahun Cuma Wacana, Inggris Akhirnya Serius Soal Kripto - Batas Simpanan Stablecoin Dihapus, Aturan Baru Digelar

Janji itu sudah berumur tiga tahun. Sejak Perdana Menteri Rishi Sunak mendeklarasikan ambisi Inggris menjadi “pusat aset kripto dunia” pada 2022, targetnya lebih terasa seperti angan-angan ketimbang kenyataan. Tapi dalam hitungan hari terakhir, jurang antara khayalan dan kenyataan itu tampak akhirnya menyempit - lewat dua langkah regulasi besar yang datang nyaris berbarengan.

Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FCA) bulan lalu merampungkan aturan kripto-nya: panduan soal persyaratan modal, penerimaan dan keterbukaan, hingga kerangka perilaku firma. Terpisah, Bank of England melakukan gebrakan yang lebih mengejutkan - membatalkan batas kepemilikan stablecoin yang sebelumnya diusulkan, sekaligus menurunkan syarat cadangan yang wajib disimpan penerbit di bank sentral dari 40% menjadi 30%. Keduanya jadi sinyal paling terang bahwa Inggris berniat benar-benar membangun rezim kripto, bukan sekadar membicarakannya.

Yang Dulu Dikeluhkan Industri, Kini Dilonggarkan

Untuk memahami kenapa ini terasa besar, ingat dulu betapa ketatnya rencana lama. Usulan Bank of England pada November 2025 menuai protes keras: individu dibatasi memegang tak lebih dari 20.000 pound stablecoin sterling sistemik, sementara bisnis dibatasi 10 juta pound. Banyak yang menilai batas itu terlalu konservatif untuk memungkinkan stablecoin dipakai dalam skala besar, dan justru menahan daya saing Inggris. Pendekatan FCA sebelumnya pun dianggap terlalu berhati-hati - aturan tak jelas, izin lambat, dan ketentuan pemasaran yang sulit dijalankan. Belum lagi sejumlah institusi keuangan besar sempat memblokir transaksi nasabah ke bursa kripto dengan alasan penipuan, padahal banyak bursa itu sudah diatur FCA.

Kenapa Inggris Buru-Buru Mengejar Ketinggalan

Tekanan datang dari kenyataan bahwa dunia tak menunggu. Menurut laporan “Beyond Dollarization” dari Visa dan Dune, jumlah pemegang unik stablecoin non-dolar tumbuh 30 kali lipat antara Januari 2023 dan Februari 2026 - sebagian besar didorong pembayaran, penyelesaian, dan penggajian di dunia nyata, bukan spekulasi. Kerangka MiCA Uni Eropa yang dimulai dari aturan stablecoin membuat volume transfer stablecoin euro melonjak dari 270 juta menjadi 8 miliar dolar per bulan, dan Amerika Serikat menyusul. Di tengah perlombaan itu, pesan dari London kini terdengar berbeda: setelah bertahun-tahun menyeret kaki, Inggris tampaknya sadar bahwa kepastian aturan adalah syarat pertama untuk tidak ditinggal kereta. Catatan penting: analisis ini disuarakan dari kalangan industri fintech yang diatur FCA sendiri, jadi optimismenya wajar dibaca dengan kepala dingin - eksekusi di lapangan yang nanti akan membuktikan seberapa serius janji itu.

Regulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit📌 Baca JugaRegulator yang Bakal Mengawasi Kripto $2,2 Triliun Ini Cuma Punya Satu Orang di Kursinya - dan Anehnya Malah Makin Gesit

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share