Aave, salah satu protokol peminjaman (lending) terbesar di ekosistem DeFi, resmi memperluas jangkauannya ke blockchain Monad. Peluncuran Aave V3 di Monad ini datang bersama program insentif senilai US$15 juta yang digelontorkan Monad Foundation untuk 12 bulan pertama - sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran ekspansi protokol tunggal ke jaringan baru.
Kenapa Monad?
Monad adalah blockchain layer-1 yang dirancang kompatibel dengan lingkungan Ethereum - artinya kontrak pintar berbasis Solidity dan berbagai tooling yang sudah familiar di ekosistem Ethereum bisa langsung dipakai di sana dengan penyesuaian minimal. Bagi Aave, ini berarti ekspansi teknis yang relatif mulus dibanding harus membangun ulang dari nol di blockchain dengan arsitektur yang sama sekali berbeda.
Pada peluncuran awal, sebanyak 12 aset sudah didukung, termasuk stablecoin native Aave sendiri (GHO), USDT, USDC, WETH, hingga staked ETH seperti wstETH dan weETH. Aave juga mengklaim ini menjadi deployment pertama mereka yang langsung mengaktifkan fitur Chainlink Smart Value Recapture sejak hari pertama.
Duit Insentif: dari Mana dan untuk Apa
Dari total insentif tersebut, Monad Foundation menyumbang 10 juta GHO yang akan diperoleh dan dipertahankan selama minimal enam bulan - sebuah cara umum untuk mendorong penggunaan stablecoin GHO sekaligus menjaga likuiditas tetap “betah” di platform. Aave DAO sendiri menambahkan 500.000 GHO lagi untuk mendukung proses adopsi awal.
Konteks: TVL Aave Sedang Tidak di Puncak
Menariknya, ekspansi ini terjadi saat Total Value Locked (TVL) Aave secara keseluruhan sudah jauh dari puncaknya di angka US$75 miliar pada Oktober 2025. Sementara itu, TVL Monad sendiri baru sekitar US$359,5 juta per 8 Juni - jaringan yang mainnya baru diluncurkan 24 November 2025. Artinya, ekspansi ke Monad ini bisa dibaca sebagai upaya Aave mencari sumber pertumbuhan baru di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
📌 Baca JugaGondor Buka Kredit Berbasis Portofolio Penuh untuk Trader Polymarket - Setelah 7 Bulan Uji Diam-Diam
Strategi yang Familiar di DeFi
Menggelontorkan insentif besar untuk menarik likuiditas awal bukan hal baru di dunia DeFi - ini strategi klasik yang sudah dipakai banyak protokol saat memasuki jaringan baru. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada apakah likuiditas itu benar-benar “menetap” setelah program insentif berakhir, atau justru langsung kabur begitu insentifnya habis (fenomena yang di komunitas kripto sering disebut “mercenary capital”).
Yang Perlu Diperhatikan
Bagi pengguna, kehadiran protokol besar seperti Aave di jaringan baru biasanya jadi sinyal kepercayaan terhadap ekosistem tersebut. Tapi penting diingat: insentif besar di awal tidak selalu mencerminkan keberlanjutan jangka panjang. Perhatikan bagaimana metrik TVL Monad bergerak beberapa bulan setelah program insentif ini mulai berjalan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




