Satu pesanan bernilai tepat $5.499 tercatat menyumbang 57% dari sampel volume perdagangan ether perpetual di Kalshi. Analisis CoinDesk terhadap data perdagangan publik bursa Amerika Serikat itu membongkar struktur volume tidak biasa yang didorong oleh satu ukuran pesanan berulang.
Pola serupa ditemukan pada instrumen berjangka lainnya di platform yang sama. Temuan pada pasar bitcoin perpetual menunjukkan dua pesanan berulang di level $2.500 dan $5.000 mengambil porsi 54% dari keseluruhan sampel volume. Kehadiran transaksi identik yang terus bergulir mengaburkan jejak partisipasi organik dari pelaku pasar lainnya.
Pengelompokan pesanan di kisaran nominal yang sama terjadi melintasi rentang pengamatan yang panjang. Analisis data antara 19 Juni hingga 20 September 2026 mengumpulkan 46 sampel perdagangan yang masing-masing berdurasi satu jam. Hasil pembacaan memperlihatkan 43 dari 46 sampel transaksi ether selalu berputar dan terpusat di dekat target nilai dolar yang seragam.
Jejak Program Otomatis di Balik Order Book
Cara kerja algoritma terlihat lewat perbandingan antara nominal fiat dan jumlah keping kripto di setiap pesanan. Jumlah kontrak ether yang masuk ke pasar selalu menyesuaikan arah pergerakan harga aset saat itu, tetapi nilai akhirnya dipatok pada angka dolar yang nyaris tetap. Pola mekanis yang mempertahankan nilai belanja konstan sangat identik dengan operasi program otomatis untuk mengeksekusi jumlah modal pasti berulang kali - mekanisme yang kerap disebut ‘clips’ di industri trading.
Kalshi saat ini beroperasi di bawah pengawasan regulasi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) Amerika Serikat. Bursa itu awalnya membangun reputasi lewat beragam produk pasar prediksi, lalu berekspansi dengan menambahkan bitcoin perpetual futures pada pengujung Mei 2026.
Angka Volume Bukan Cerminan Likuiditas
Tingginya keterlibatan program otomatis dalam menyumbang volume perdagangan melahirkan bias bagi pengamatan pasar. Rentetan pesanan yang memompa angka volume harian mampu membuat sebuah bursa tampak jauh lebih aktif dibandingkan realitas pesanan organik di lapangan.
Bagi pelaku pasar, melacak asal muasal volume adalah prasyarat penting sebelum menempatkan dana. Pembacaan sumber pesanan mutlak diperlukan untuk menilai kedalaman likuiditas yang sebenarnya, guna mengukur seberapa mulus pesanan besar dapat diserap tanpa menimbulkan selip harga.
๐ Baca JugaUpbit Bekukan Setoran SOPH Atas Temuan Celah Aturan - Di Hari yang Sama Binance Babat 7 Pasangan USDC
Menjelang publikasi laporan analisis data, perwakilan Kalshi belum memberikan komentar resmi kepada pihak CoinDesk untuk menanggapi temuan dominasi transaksi berulang di bursa mereka.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Bursa Kripto Jual Saham Nasdaq - Coinbase Buka Akses IPO Oura 50 Juta Lembar Mulai Minggu Ini
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




