Anthropic resmi menggeser jadwal penerbitan prospektus IPO mereka dari awal September menjadi akhir September 2026. Rangkaian presentasi roadshow untuk meyakinkan calon investor juga ikut mundur ke pertengahan Oktober. Pergeseran linimasa ini membuat seluruh penawaran saham berpotensi baru selesai hanya beberapa hari menjelang pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat pada bulan November mendatang.
Di tengah penundaan jadwal, ekspektasi pasar terus membesar. Beberapa investor menaksir valuasi IPO perusahaan pembuat model AI Claude ini bisa menyentuh angka $2 triliun. Bila terwujud, manuver Anthropic akan tercatat sebagai salah satu penawaran saham perdana terbesar yang pernah dicoba di pasar modal.
Sampai hari ini, pihak perusahaan belum memberi konfirmasi resmi terkait angka valuasi final, jumlah saham yang akan dilepas, total ukuran penawaran, maupun tanggal pasti pencatatan saham di bursa. Namun, persiapan teknis terus berjalan dengan penunjukan Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Citigroup sebagai bank penjamin emisi.
Sinyal Peringatan dari Pasar Berjangka
Berbanding terbalik dengan ekspektasi valuasi triliunan dolar, respons awal di bursa aset digital justru terlihat dingin. Kontrak berjangka perpetual pra-IPO Anthropic turun hingga 9% setelah tayang perdana di platform perdagangan Coinbase dan Binance.
Penurunan harga instrumen derivatif ini memicu Coinbase mengeluarkan peringatan khusus. Mereka mengingatkan para pedagang bahwa harga IPO final saat peluncuran nanti bisa berselisih hingga 25% dari level harga kontrak berjangka yang diperdagangkan saat ini.
Kompetisi memperebutkan dana publik juga dipastikan padat. Anthropic sebenarnya sudah mengajukan dokumen IPO tertutup ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sejak awal 2026. Pesaing utama mereka, OpenAI, ternyata mengambil langkah serupa dengan pengajuan pada Juni 2026. Dua entitas kecerdasan buatan ini berpeluang masuk ke pasar publik dalam waktu yang hampir bersamaan.
Ongkos Server di Balik Valuasi $2 Triliun
Angka $2 triliun melompat jauh dari posisi terakhir mereka tujuh bulan lalu. Pada putaran pendanaan Series G bulan Februari 2026, valuasi pasca-uang Anthropic baru berada di level $380 miliar berkat suntikan dana yang dipimpin oleh GIC dan Coatue.
Kebutuhan modal operasional yang terus membengkak menjelaskan dorongan valuasi yang tinggi. Perusahaan kini sedang dalam tahap akhir merampungkan fasilitas kredit bergulir senilai $15 miliar untuk menyokong operasi mereka.
๐ Baca JugaEkonomi AS Tambah 162.000 Pekerjaan di Agustus - Tapi Angka Kuat Ini Malah Bikin Trump Marah dan Bitcoin Jatuh
Mayoritas dana pinjaman itu akan dialokasikan untuk belanja infrastruktur komputasi. Rincian pengeluaran Anthropic menunjukkan seberapa mahal ongkos menjalankan bisnis AI masa kini. Mereka mengajukan proposal penyewaan kapasitas komputasi senilai $10 miliar dari pusat data Prometheus milik Meta di Ohio.
Kontrak itu baru sebagian kecil. Anthropic juga mengikat kontrak infrastruktur senilai $35 miliar dengan Lambda di Texas, ditambah $45 miliar melalui penyedia layanan komputasi Nscale di West Virginia.
Total komitmen pengeluaran untuk menyewa server menyentuh angka $90 miliar. Bagi calon pembeli saham saat IPO nanti, pertaruhannya bukan sekadar pada kepintaran model Claude bersaing dengan ChatGPT, melainkan apakah mesin AI itu kelak sanggup mencetak uang untuk melunasi ongkos komputasi yang terus menumpuk.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




