📅 Sabtu, 8 Agustus 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
AS Bekukan Dua Bursa Pencuci Dana Iran - Ironinya Satu Platform Tetap Beroperasi Meski Sudah Ditindak Dubai

AS Bekukan Dua Bursa Pencuci Dana Iran - Ironinya Satu Platform Tetap Beroperasi Meski Sudah Ditindak Dubai

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua bursa kripto, Shelbit dan Aban Tether, pada 7 Agustus 2026. Langkah yang tergabung dalam kampanye “Economic Fury” ini memutus jalur kedua bursa yang terbukti mencuci dana untuk jaringan Iran.

Operasi ini memotret cara entitas terlarang memanfaatkan celah pengawasan lintas negara. Shelbit dikendalikan oleh Siavash Kayvanpour, warga Iran yang memegang paspor ganda Dominika dan Afghanistan. Melalui perusahaan SHPS Shelbit, ia memutar operasi dari Georgia dan Uni Emirat Arab. Bursa ini tidak sekadar melayani transaksi biasa, tetapi ikut mencuci puluhan juta dolar dari jaringan judi online berbahasa Persia.

Di tempat terpisah, Aban Tether memproses jutaan transaksi yang melibatkan entitas Iran yang sudah masuk daftar hitam AS, seperti Nobitex, Wallex, Bitpin, dan Ramzinex. Laporan Decrypt menyebut skala pencucian uang mereka mencapai jutaan dolar, sementara data terpisah menyebut aliran aset digital senilai $5 juta khusus dalam konteks pencucian tertentu.

Kenapa Tindakan Regulator Lokal Tidak Cukup

Kasus Shelbit menunjukkan ketahanan operasi di tengah tekanan lokal. Otoritas Pengatur Aset Virtual (VARA) di Uni Emirat Arab sebenarnya menindak entitas Shelbit General Trading pada Januari 2025. Regulator yang sama menjatuhkan tindakan susulan pada Juli 2026. Meski dua kali tersandung aturan di wilayah operasinya, bursa ini tetap melayani transaksi hingga AS akhirnya campur tangan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan sikap lembaganya merespons operasi ini. “Baik dalam dolar, rial, atau kripto, Departemen Keuangan akan melacak dan membongkar jaringan keuangan gelap yang membuat rezim tetap bertahan,” kata Bessent. Kampanye bulan Agustus ini menyambung rentetan sanksi OFAC terhadap entitas kripto terkait Iran sepanjang tahun, termasuk pemblokiran bursa Zedcex dan Zedxio pada Januari serta pembekuan aset senilai $131 juta pada bulan Juni lalu.

Senat AS Tunda Voting CLARITY Act Demi Olahraga Kampus - Peluang Sah Tahun Ini Anjlok ke 17 Persen📌 Baca JugaSenat AS Tunda Voting CLARITY Act Demi Olahraga Kampus - Peluang Sah Tahun Ini Anjlok ke 17 Persen

Ancaman Bagi Mitra Bisnis Lintas Negara

Masuknya semua entitas ini ke dalam daftar Specially Designated Nationals (SDN) membawa konsekuensi mengikat. Bagi bursa dan individu yang bersangkutan, sanksi ini langsung membekukan properti mereka yang berada di bawah yurisdiksi AS.

Dampak penindakan ini turut menekan pihak ketiga. Status SDN memicu risiko sanksi sekunder bagi entitas mana pun yang berurusan dengan jaringan ini. Perusahaan asing yang kedapatan tetap memfasilitasi transaksi untuk Shelbit maupun Aban Tether berada dalam bidikan OFAC. Bagi mitra bisnis mereka, pilihan yang tersisa hanya memutus hubungan dagang secepatnya atau bersiap ikut kehilangan akses ke sistem keuangan AS.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share