๐Ÿ“… Rabu, 23 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Bank Sentral Eropa Tolak Kewajiban Deposit 30% MiCA - Aturan Pengaman Kripto Justru Berisiko Kuras Likuiditas Bank

Bank Sentral Eropa Tolak Kewajiban Deposit 30% MiCA - Aturan Pengaman Kripto Justru Berisiko Kuras Likuiditas Bank

European System of Central Banks (ESCB) menyerukan penghapusan aturan MiCA yang mewajibkan penerbit stablecoin menempatkan minimal 30% cadangan mereka sebagai deposit bank. Untuk kelas stablecoin berukuran signifikan, porsi simpanan wajib di perbankan bahkan ditekankan hingga 60% dari total aset cadangan. Pandangan dari lembaga pengawas moneter Eropa dipublikasikan sebagai bagian dari proses evaluasi European Commission terhadap kerangka regulasi MiCA.

Kewajiban simpanan bank pada desain aslinya ditujukan untuk menjamin kepastian perlindungan bagi pemegang aset kripto. Namun ESCB memperingatkan mandat itu menciptakan tautan langsung antara penerbit token dan lembaga kredit. Jika pasar kripto terguncang dan memicu rush stablecoin seketika, bank tempat para penerbit menyimpan uang dipaksa menanggung beban penarikan likuiditas berskala besar tanpa peringatan.

Alternatif Obligasi dan Repo

Sebagai jalan keluar dari potensi krisis likuiditas, ESCB mengusulkan perombakan skema menjadi ambang batas minimum likuiditas untuk aset cadangan yang jatuh tempo dalam satu hingga lima hari kerja. Mereka langsung menunjuk reverse repurchase agreement (repo) semalam dan obligasi pemerintah jangka pendek sebagai instrumen penyangga pengganti.

Pola instrumen usulan ESCB mengadopsi rancangan aturan European Banking Authority (EBA) keluaran 2024. Dokumen EBA memberi mandat bagi stablecoin signifikan untuk memegang minimal 40% cadangan dalam bentuk aset jatuh tempo satu hari kerja, serta 60% dalam durasi lima hari kerja. Untuk kategori token non-signifikan, batas penahanan aset diturunkan pada angka 20% dan 30%.

Celah Penegakan di Lapangan

Di samping urusan cadangan aset, ESCB melampirkan peringatan tentang adanya tantangan material dalam penegakan kepatuhan MiCA. Analisis lembaga menunjukkan perusahaan kripto yang menolak patuh pada regulasi masih memiliki celah teknis untuk menjangkau pelanggan di seluruh yurisdiksi Uni Eropa.

Kekhawatiran ESCB ihwal mandat deposit bank sejalan dengan keluhan dari pelaku pasar kripto. CEO Tether Paolo Ardoino tercatat sudah menyuarakan keberatan yang sama sejak setidaknya 2024. Ardoino mengingatkan aturan simpanan bank MiCA berpotensi memunculkan risiko sistemik bagi bank sekaligus bagi penerbit stablecoin.

Jaksa AS Selidiki Ulang Binance Terkait Sanksi Iran - 3 Tahun Pasca Denda $4,3 Miliar๐Ÿ“Œ Baca JugaJaksa AS Selidiki Ulang Binance Terkait Sanksi Iran - 3 Tahun Pasca Denda $4,3 Miliar

Keputusan perbaikan regulasi kripto kini berada di meja evaluasi European Commission, dan perbankan Eropa punya kepentingan mendesak agar aturan deposit segera direvisi sebelum rush pertama benar-benar terjadi.

Dilansir dari Cointelegraph.

Sebelumnya: Bank Sentral Eropa Rilis Sistem Pontes - Langkah Kuasai Transaksi Tokenisasi Tanpa Stablecoin


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share