Pemerintah Berlin memilih tidak tunduk pada kelompok ransomware Rhysida yang menuntut bayaran 30 Bitcoin, senilai sekitar 2 juta euro. Wali Kota Berlin Kai Wegner menyatakan dengan gamblang bahwa negara tidak akan membiarkan diri mereka diperas, sebuah penolakan mutlak meski nyaris 6 terabyte data pemerintah kini berada di tangan peretas.
Serangan siber itu langsung melumpuhkan dua institusi penting, yakni Departemen Pembangunan Perkotaan dan Departemen Mobilitas. Untuk membatasi kerusakan, otoritas terpaksa memutus kedua dinas itu dari jaringan utama negara selama kurang lebih seminggu. Imbasnya langsung terasa ke masyarakat - layanan administrasi harian terhenti total, termasuk pemrosesan permohonan tunjangan perumahan warga yang ikut terbengkalai.
Pengakuan yang Berubah
Laporan awal dari pemerintah kota sempat menyatakan bahwa peretas hanya berhasil mengambil data publik. Namun, pernyataan itu akhirnya ditarik. Otoritas mengakui bahwa data non-publik juga ikut tersedot ke peladen milik pelaku.
Klaim dari pihak Rhysida memuat detail yang lebih buruk. Mereka menyebut telah menyalin puluhan ribu dokumen sensitif, mulai dari berkas pelanggaran administratif, draf kontrak, daftar kata sandi dan kredensial login, hingga rencana darurat serta detail infrastruktur kritis kota. Seluruh proses ekstraksi data ini berlangsung senyap antara tanggal 7 hingga 12 Agustus. Otoritas keamanan baru mendeteksi adanya pembobolan pada 14 Agustus 2026.
Di tengah proses penyidikan, Senator Spranger memberikan kepastian mengenai agenda terdekat. Ia menjamin bahwa infrastruktur untuk pemilihan umum pada 20 September mendatang aman dari jangkauan peretas dan akan berjalan normal.
Jejak Pelaku dan Pola Kripto
Pilihan Rhysida memakai Bitcoin sebagai instrumen tebusan memperlihatkan standar operasi kelompok ransomware. Aset kripto memungkinkan pelaku mengarahkan pembayaran ke alamat blockchain, tanpa harus melewati prosedur pemeriksaan dan pemblokiran dari rekening bank konvensional.
Grup Rhysida bukan nama baru. Mereka adalah kelompok yang sama di balik peretasan ke institusi besar seperti British Library dan jaringan internal Angkatan Darat Chile.
๐ Baca JugaCelah Cosmos EVM Kuras $5,72 Juta dari 6 Jaringan - MANTRA Paling Telak Meski Patch Sudah Rilis 20 Jam Sebelumnya
Meski terus berulang, tuntutan tebusan jutaan dolar tak selalu berakhir dengan pembayaran utuh. Aparat penegak hukum Amerika Serikat pernah menyita kripto senilai $1,09 juta dari operasi grup BlackSuit pada bulan Agustus 2025. Di kasus berbeda, kelompok Scattered Spider juga gagal memaksa korbannya membayar tuntutan sebesar $8 juta.
Menunggu Nasib Data
Keputusan Berlin menolak tebusan 30 Bitcoin mematikan skenario negosiasi, tapi tidak menghilangkan risiko kebocorannya. Kekhawatiran terberat kini membebani para warga kota dan pegawai dinas. Tanpa pembayaran, puluhan ribu data pribadi dan kredensial akses mereka tinggal menunggu waktu untuk dipublikasikan paksa ke internet.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




