Bernstein merilis analisis terbaru untuk siklus pasar saat ini dengan memproyeksikan harga Bitcoin menyentuh $150.000 pada pertengahan 2027. Angka proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan target $500.000 yang sempat mereka sebutkan sebelumnya. Pemotongan ekspektasi itu menunjukkan langkah Bernstein untuk menyesuaikan pandangannya dengan kondisi aktual pasar.
Meski target harga jangka panjang turun, masuknya arus modal institusional berbanding terbalik. Jajaran produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk lebih dari $3,3 miliar sepanjang Agustus. Aliran dana ini menjadikan Agustus sebagai bulan terkuat sejak rekor tertinggi sepanjang masa tercatat pada Oktober 2025.
Perbaikan Metrik Jaringan
Sinyal penguatan harga turut terekam dari aktivitas di dalam blockchain. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menyoroti indikator Bull/Bear Market Cycle yang kembali memberikan pembacaan positif pertama kalinya sejak awal Oktober lalu. Indikator on-chain ini mengukur profitabilitas pasar dengan membandingkan metrik seperti MVRV, NUPL, dan SOPR melawan rata-rata pergerakan 365 harinya.
Indikator Bull/Bear CryptoQuant itu kini berada di angka 0,042 untuk mengembalikan status Bitcoin ke zona “bull”. Posisinya memutar arah dari level -1,244 alias “extreme bear” yang tercatat pada 5 Februari lalu saat harga Bitcoin jatuh ke angka $60.000.
Saham Penambang Kalahkan Sektor AI
Masuknya arus modal langsung mengangkat pergerakan Bitcoin di papan perdagangan. Harga aset digital ini melonjak dari kisaran $63.500 ke titik tertinggi $81.000 hanya dalam tempo sepekan. Reli itu akhirnya tertahan dan terkoreksi ke harga $77.500 menyusul pidato Warsh di pertemuan Jackson Hole.
Naiknya harga koin ikut memacu performa saham perusahaan penambang. Tiga saham utama di industri ini - Canaan, American Bitcoin, dan Cango - mencatat lonjakan harga antara 41% hingga 67% pada pekan yang sama. Manuver ini membuat penambang kripto mengalahkan performa saham infrastruktur kecerdasan buatan, di mana CoreWeave hanya naik 21% dan Nebius 17%.
Penolakan Publik untuk Uang Pensiun
Sentimen positif di bursa saham ternyata tidak mengubah kecemasan publik. Lembaga National Institute on Retirement Security mempublikasikan hasil surveinya terhadap 1.203 responden berusia 25 tahun ke atas terkait pandangan pengelolaan uang pensiun. Data mengungkap 77% warga Amerika Serikat melihat prospek aset kripto di dana pensiun tempat kerja sebagai sebuah risiko.
๐ Baca JugaETF Bitcoin Putus Tren Inflow $2,8 Miliar Usai Pidato Fed - Anehnya Dana Justru Mengalir ke Ethereum
Dari seluruh persentase warga penolak itu, 46% di antaranya bahkan melabeli investasi kripto sebagai opsi yang “sangat berisiko”. Dana dari institusi besar mungkin leluasa berputar mencari untung melalui instrumen ETF, tapi masyarakat kelas pekerja tetap mengunci rapat dompet masa tua mereka dari eksposur aset ini.
Dilansir dari @NFTPlazas di X.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Berujung Bencana Kripto - Rp150 Triliun Lenyap dalam 14 Hari
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




