Tiga token kembali masuk radar merah bursa kripto terbesar dunia. Mulai 24 Juli 2026, Binance resmi menambahkan Across Protocol (ACX), Lisk (LSK), dan Stacks (STX) ke dalam daftar Monitoring Tag. Status baru ini langsung menempatkan ketiganya ke dalam kategori aset berisiko lebih tinggi dibanding token reguler di platform. Dengan label ini, Binance memberlakukan pengawasan ekstra ketat yang difokuskan pada tingkat volatilitas, kedalaman likuiditas, kemajuan aktivitas pengembangan proyek, hingga berbagai risiko operasional yang mengikutinya.
Meski label ini berfungsi sebagai alarm awal, bursa tidak memberikan alasan spesifik per proyek mengapa ketiganya masuk daftar pengawasan. Binance hanya menegaskan token dengan kategori ini membawa risiko tidak lagi memenuhi kriteria listing standar platform. Jika proses peninjauan lanjutan menemukan masalah ini terus berlanjut tanpa perbaikan, bursa membuka peluang untuk melakukan delisting. Kendati demikian, pengguna masih bisa melakukan perdagangan spot dan memakai layanan terkait karena Binance tidak menghentikan operasional ketiganya saat ini.
Rapor Ketiga Proyek Sebelum Kena Label
Ketiga token yang masuk daftar kali ini memiliki catatan dan fokus pengembangan yang berbeda. ACX baru bergabung dengan platform Binance pada Desember 2024 melalui jalur Seed Tag. Saat itu, pengumuman listing ACX memicu lonjakan harga hingga 147%. Belum lama ini, proyek Across Protocol juga menyetujui rencana untuk menukar token ACX mereka menjadi ekuitas di entitas perusahaan Amerika Serikat yang baru, atau melalui opsi penyelesaian pembelian menggunakan USDC.
Lain cerita dengan LSK yang memindahkan fondasi jaringannya dari model layer-1 aslinya untuk bergabung ke dalam ekosistem Optimism Superchain. Di tengah proses transisi ini, komunitas pendukung LSK sempat mempertimbangkan opsi untuk membakar 100 juta keping token LSK - jumlah yang setara dengan 25% dari total pasokan keseluruhan mereka.
Di sisi lain, STX beroperasi dalam ekosistem yang terikat langsung dengan Bitcoin. Token ini digunakan di dalam jaringan berbasis Bitcoin untuk membayar biaya transaksi, menjalankan fungsi smart contract, dan memberikan imbalan kepada penambang. Infrastrukturnya juga meluas setelah institusi kripto Hex Trust menambahkan dukungan untuk aset STX sekaligus sBTC pada tahun 2025.
Parameter Ujian Berikutnya
Tanpa rincian pelanggaran per proyek, para pengembang ACX, LSK, dan STX harus memenuhi daftar kriteria evaluasi yang dipublikasikan Binance. Selama masa pengawasan ini, bursa akan menilai komitmen tim pengembang dan kualitas pengembangan proyek di lapangan. Mereka juga mengukur metrik pasar seperti volume perdagangan dan ketersediaan likuiditas bagi para investor.
📌 Baca JugaBitget Rambah Selandia Baru dan Bersiap Masuk AS Tanpa Tunggu Aturan CLARITY Act
Faktor ketahanan infrastruktur juga masuk radar. Binance menguji tingkat keamanan jaringan dari ancaman luar, stabilitas eksekusi fungsi smart contract, serta cara proyek mengatur komunikasi publik mereka. Respons pengembang terhadap standar uji kelayakan dasar turut menjadi salah satu penentu. Pihak bursa memiliki keleluasaan untuk mencabut label pengawasan ini, atau justru mengeksekusi proses delisting usai tinjauan berikutnya. Sampai saat ini, belum ada tanggal pasti kapan evaluasi lanjutan itu akan dijatuhkan.
Bagi para pemegang ACX, LSK, maupun STX, pengumuman ini menaikkan level risiko aset mereka dalam semalam. Pintu perdagangan memang masih terbuka, tapi bursa kini meletakkan tangan mereka bersiap di atas tuas penutupan darurat. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




