Binance menyuntikkan dana $100 juta ke Circle Internet Group lewat jalur penempatan privat sebanyak 1.237.011 lembar saham Kelas A. Transaksi saham ini mematok harga di angka $80,84 per lembar dan telah resmi ditutup pada 17 September 2026. Angka pembelian ini merepresentasikan diskon dari harga pasar Circle yang sedang berjalan. Merespons kabar kesepakatan ini, saham CRCL di bursa NYSE naik lebih dari 1,3% pada sesi perdagangan premarket, sebelum akhirnya ditutup pada level $94,29 di hari Senin.
Melalui kontrak bertenor lima tahun ini, Circle sepakat membayar biaya insentif bulanan kepada Binance. Besaran bayaran dihitung langsung dari volume USDC yang disimpan Binance lewat infrastruktur Modular Smart Contract Wallet milik Circle. Perjanjian anyar ini menggantikan dua dokumen kontrak lama mereka yang diteken pada Agustus 2025 dan November 2024. Khusus pada kontrak tahun 2024, klausulnya sempat memuat pembayaran awal satu kali senilai $60,3 juta dari Circle ke pihak bursa. Kedua belah pihak juga menyisipkan hak untuk mengakhiri kontrak ini lebih awal jika syarat tertentu terpenuhi.
Skema Lama yang Berpindah Tangan
Posisi baru Binance mendudukkan mereka di dua kursi sekaligus: sebagai pemegang saham Circle dan sebagai penerima biaya distribusi USDC. Pola bagi hasil ini menyerupai model bisnis yang sebelumnya dijalankan oleh Coinbase. Dulu, Coinbase mendapatkan jatah separuh dari bunga cadangan USDC sebagai imbalan membesarkan pangsa pasar aset itu.
Meski mendapat peran kunci, Binance harus mematuhi aturan penahanan kepemilikan. Mereka dilarang menjual, mentransfer, menjaminkan, atau melakukan lindung nilai atas saham Kelas A ini selama dua tahun penuh terhitung sejak transaksi ditutup. Di tengah masa penguncian ini, Binance tetap bisa menggunakan hak suara penuhnya untuk ikut menentukan arah bisnis perusahaan.
Satu Waktu, Dua Arah Berbeda
Hubungan kedua entitas ini juga masuk ke tingkat infrastruktur. Arc, jaringan Layer 1 baru buatan Circle yang memakai USDC sebagai token gas, meluncur ke publik tepat sehari sebelum kesepakatan saham ini selesai. Binance langsung mengambil peran dengan menjadi salah satu bursa yang memberikan akses ke jaringan baru ini.
Tapi dokumen pengungkapan memuat realitas lain yang berjalan paralel. Rincian kesepakatan ini terungkap sehari setelah Bloomberg melaporkan bahwa jaksa federal Amerika Serikat membuka kembali penyelidikan terhadap Binance terkait masalah sanksi Iran. Bagi para pedagang pasar, urutan kejadian ini menegaskan satu hal: langkah ekspansi modal bursa kripto masih harus melewati pengawasan ketat penegak hukum.
๐ Baca JugaCEO Kakao Pay dan KakaoBank Pimpin Langsung Satgas Stablecoin - Gandeng Fireblocks Uji Coba Distribusi Aset Digital
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




