Tether resmi memimpin putaran pendanaan tahap awal (pre-seed) bagi Peso, perusahaan teknologi finansial asal Bolivia yang membangun infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin USDT. Investasi ini dialokasikan untuk memperluas jaringan pembayaran Peso ke empat pasar utama di kawasan Amerika Latin, yaitu Bolivia, Brasil, Kolombia, dan Argentina.
Nilai pendanaan yang disalurkan Tether dalam putaran pre-seed ini tidak diungkapkan kepada publik. Kendati demikian, fokus pendanaan diarahkan langsung pada integrasi transaksi sehari-hari, mulai dari pesanan makanan hingga kasir pedagang fisik.
Dari Pesan Antar Makanan ke Rekening Bank
Layanan Peso kini telah terpasang di dalam aplikasi pesan-antar makanan Yango di Bolivia. Lewat integrasi sistem ini, para pelanggan dapat membayar pesanan kuliner langsung menggunakan saldo USDT.
Di luar aplikasi pesan-antar, infrastruktur Peso dirancang untuk melayani transaksi tatap muka bagi para pelaku usaha. Perusahaan menyediakan fitur pembayaran kode QR untuk transaksi langsung antarpihak, serta mendistribusikan terminal kasir point-of-sale (POS) bagi para pemilik toko fisik.
Jalur penghubung ke sistem keuangan formal ditangani melalui penyediaan rekening virtual. Layanan ini terhubung langsung ke jaringan perbankan nasional Bolivia melalui mekanisme transfer antarbank ACH, sehingga pengguna maupun pelaku usaha dapat memindahkan dana antara dompet digital dan rekening bank lokal.
Mengapa Adopsi Stablecoin Melejit di Bolivia?
Ekspansi Tether dan Peso bergulir di tengah lonjakan adopsi stablecoin oleh masyarakat Bolivia. Kebutuhan terhadap mata uang kripto berpatokan dolar AS meningkat tajam akibat kelangkaan fisik uang tunai dolar AS dan lonjakan inflasi, setelah pemerintah setempat memutuskan mencabut kebijakan patokan nilai tukar tetap mata uang pada Juni 2026.
Pemerintah Bolivia sendiri membuka jalan bagi integrasi aset digital sejak November 2025 dengan mengizinkan sektor perbankan menyediakan layanan kustodi kripto. Kebijakan itu diperkuat pada Juli 2026 ketika otoritas setempat merancang regulasi baru untuk mengakui penggunaan USDT dalam kegiatan perdagangan serta simpanan tabungan.
Kredit Mikro dan Transaksi Harian Tanpa Dolar Fisik
Infrastruktur transaksi USDT di Bolivia tidak hanya digerakkan oleh Peso. Di sektor pembiayaan, platform pinjaman Tala dan El Dorado menjalin kemitraan untuk menyalurkan fasilitas kredit mikro dalam bentuk USDT dengan memanfaatkan jaringan blockchain Tempo.
📌 Baca Juga10 Juta Wisatawan Padati Rute Korea-Jepang - Shinhan Card dan SBI Uji Coba Stablecoin Yen
Bagi konsumen dan pemilik usaha kecil di Bolivia, tersedianya beragam sarana pembayaran ini memberi jalan keluar praktis saat uang tunai dolar AS fisik sulit didapat di pasar domestik. Pembayaran pesanan di Yango, terminal kasir toko fisik, hingga transfer ke rekening bank nasional mengubah USDT menjadi alat transaksi langsung untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Tether Masuk Putaran $1,5 Miliar Tenstorrent - Valuasi Produsen Chip AI Capai $6,2 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




